Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 13:31 WIB

Memahami Bell's Palsy: Penyebab dan Gejala Penyakit Lumpuh Wajah Sementara

Author

Memahami Bell's Palsy: Penyebab dan Gejala Penyakit Lumpuh Wajah Sementara

Bell's Palsy merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kelumpuhan mendadak pada satu sisi wajah, yang biasanya bersifat sementara.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Walaupun penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, kondisi ini dapat diinduksi oleh berbagai faktor seperti infeksi virus dan stres.

Apa Itu Bell's Palsy?

Bell's Palsy adalah kelumpuhan yang terjadi secara mendadak pada otot wajah, umumnya hanya di satu sisi. Hal ini berlangsung akibat peradangan pada saraf wajah yang mengontrol otot-otot tersebut.

Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh dokter Inggris, Charles Bell, di awal abad ke-19. Meskipun penjelasan ilmiah telah ada sejak lama, penyakit ini tetap menjadi misteri bagi banyak orang.

Gejala utamanya mencakup kesulitan dalam tersenyum, mengedipkan mata, atau mengendalikan ekspresi wajah lainnya. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti dari Bell's Palsy belum ditemukan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa infeksi virus, seperti virus herpes simplex, dapat menjadi faktor pemicu utama.

Faktor risiko lainnya mencakup stres, kehamilan, dan infeksi saluran pernapasan atas, sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit ini pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Bell's Palsy cenderung lebih sering terjadi pada orang dewasa di usia paruh baya, meskipun bukan tidak mungkin bahwa anak-anak atau lansia juga dapat mengalami kondisi ini.

Gejala dan Penanganan

Gejala Bell's Palsy sering muncul tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam kurun waktu 48 jam. Sebagai tambahan kelumpuhan wajah, penderita juga dapat merasakan nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga.

Untuk penanganannya, dokter sering kali merekomendasikan terapi fisik atau penggunaan kortikosteroid guna mengurangi peradangan yang terjadi. Kebanyakan individu yang mengalami Bell's Palsy dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu.

Namun, ada kalanya gejala dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Dalam situasi tertentu, terapi tambahan mungkin diperlukan untuk memulihkan fungsi wajah secara optimal.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU