Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 23:33 WIB

Shayne Pattynama Menyoroti Perbedaan Liga 1 Indonesia dengan Liga Eropa dan Thailand

Author

Shayne Pattynama Menyoroti Perbedaan Liga 1 Indonesia dengan Liga Eropa dan Thailand

Shayne Pattynama mengungkapkan perbedaan nyata antara Liga 1 Indonesia dengan liga yang ada di Eropa dan Thailand. Baginya, pengalaman bermain di Liga 1 memberikan pemahaman mendalam tentang kualitas permainan di tanah air.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Pemain berusia 27 tahun ini, yang kini membela Persija Jakarta, menyoroti tantangan yang dihadapi serta kemampuan para pemain lokal dan asing yang berkompetisi di liga ini.

Atmosfer Liga 1 Indonesia

Shayne Pattynama menjelaskan bahwa Liga 1 sangat mengutamakan fisik pemain dalam setiap pertandingan. Dia mencatat bahwa liga ini menghadapi tantangan berat, dengan pemain berkualitas yang patut diacungi jempol.

Menurut Shayne, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah, karena setiap laga menguji stamina pemain secara maksimal. Dia juga memberikan apresiasi kepada pemain lokal dan asing yang berpartisipasi dalam liga.

Ia mengakui, "Pemain lokal Indonesia sangat bagus, begitu juga pemain asal Brasil dan negara lainnya. Saat pertama kali berbincang dengan Jordi (Amat), dia sudah bilang bahwa tidak mudah main di sini. Akan sangat menantang dan setiap laga terasa berat."

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Kegiatan di Bulan Ramadan

Shayne Pattynama terlibat dalam acara kolaborasi di M Bloc Space bersama EA Sports selama bulan Ramadan, yang dirancang untuk membawa hiburan bagi masyarakat. Acara ini diadakan dari 19 Februari hingga 1 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta berkesempatan memenangkan hadiah nonton langsung Serie A. Shayne menyatakan kegembiraannya dapat berinteraksi dengan penggemar dan berkontribusi dalam acara yang bermanfaat.

Ia menambahkan, "Ini kolaborasi yang sangat bagus. Saya juga memainkan gimnya, FC Mobile, sangat menyenangkan. Senang rasanya menggelar acara seperti ini di bulan Ramadan untuk mengumpulkan orang-orang. Saya bangga menjadi bagian dari ini."

Refleksi Pribadi sebagai Pemain

Dalam refleksinya, Shayne berbagi pengalaman bagaimana dia merasa terwakili dalam dunia permainan video. Terkejut melihat namanya muncul dalam gim mobile yang ia mainkan, ia menilai ini sebagai pencapaian yang luar biasa.

Dia menjelaskan, "Saya bahkan tidak tahu berapa rating saya di gim. Sebelumnya saya kira tidak terlalu tinggi. Namun, rasanya luar biasa bisa ada di dalam gim dan melihat nama sendiri di sana."

Pernyataan ini mencerminkan dampak positif dari popularitas pemain serta integrasi mereka ke dalam budaya modern melalui berbagai platform media.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU