Bawang putih menjadi salah satu komoditas dapur yang umum dan sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pertanyaan mengenai keamanan konsumsi bawang putih yang sudah bertunas sering kali muncul ketika simpanan sudah terlalu lama.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Para ahli menyatakan bahwa bawang putih yang sudah bertunas tetap dapat dikonsumsi, asalkan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan atau berjamur.
Pentingnya Bawang Putih dalam Kuliner Indonesia
Bawang putih merupakan salah satu bahan baku yang paling umum digunakan dalam masakan Indonesia. Aroma dan rasa khas bawang putih menjadikannya bumbu yang tidak tergantikan dalam banyak resep.
Karena penggunaannya yang tinggi, masyarakat sering menyimpan bawang putih dalam jumlah signifikan. Namun, seringkali bawang putih akan bertunas setelah disimpan dalam waktu lama.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Pandangan Ahli tentang Bawang Putih Bertunas
Menurut ahli diet Lizzy Swick, bawang putih yang sudah bertunas tetap aman untuk dikonsumsi selama tidak mengalami pembusukan. Ia menyatakan, "Tunas hijau sebagian besar merupakan tanda usia dan bukan kualitas."
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam bawang putih bisa meningkat seiring bertambahnya usia dan proses penutupan tunas. Namun, ini tidak menunjukkan bahwa bawang putih yang bertunas menjadi berbahaya.
Kriteria Pembuangan Bawang Putih yang Tidak Layak Konsumsi
Meskipun bawang putih bertunas umumnya aman, terdapat kondisi tertentu di mana bawang putih harus dibuang. Ciri-ciri tersebut meliputi adanya jamur atau pertumbuhan berbulu pada siung, tekstur yang lunak atau berlendir, serta bau asam.
Konsumen disarankan untuk mengenali tanda-tanda tersebut agar dapat memastikan kualitas bawang putih yang mereka konsumsi tetap baik dan aman.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: