Paris Saint-Germain (PSG) telah mengambil langkah untuk tidak mengajukan banding atas kewajiban pembayaran gaji kepada Kylian Mbappe, menandai berakhirnya sengketa yang berkepanjangan.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Kewajiban ini terkait dengan pembayaran utang gaji dan bonus yang telah menumpuk sejak Mbappe masih berseragam klub tersebut hingga tahun 2024.
Putusan Pengadilan dan Kewajiban Pembayaran
Kylian Mbappe membawa PSG ke pengadilan setelah klub tersebut tidak membayar gaji dan bonusnya yang total mencapai 55 juta Euro. Nilai tuntutan Mbappe melonjak menjadi 260 juta Euro pada bulan November, seiring perkembangan situasi yang mengakibatkan penundaan pembayaran.
Pengadilan Buruh Prancis akhirnya memutuskan untuk mengabulkan sebagian dari tuntutan tersebut dengan memerintahkan PSG untuk membayar total sebesar 61 juta Euro. Keputusan ini menunjukkan bahwa PSG gagal memenuhi kewajibannya dalam membayar gaji selama tiga bulan kepada Mbappe.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Putusan tersebut juga mencakup bonus etika dan bonus penandatanganan, yang seharusnya telah diberikan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Keputusan PSG dan Respon Pengacara Klub
Setelah menerima putusan, PSG diberikan waktu satu bulan untuk mengajukan banding, namun klub memilih untuk tidak melakukannya. Dalam pernyataan resmi, PSG mengungkapkan, 'Dengan semangat tanggung jawab dan untuk mengakhiri secara definitif prosedur yang telah berlangsung terlalu lama, klub memilih untuk tidak memperpanjang perselisihan ini.'
Lebih lanjut, PSG menyatakan bahwa fokus kini adalah pada masa depan dan keberhasilan proyek olahraga yang lebih besar. Pengacara PSG, Renaud Semerdjian, menegaskan, 'Bertentangan dengan klaim palsu dari pemain dan rombongannya, klub telah memenuhi semua kewajiban, baik dalam publikasi putusan maupun dalam pembayaran penuh jumlah yang terutang.'
Masa Depan Mbappe dan PSG
Kylian Mbappe kini telah resmi menjadi bagian dari Real Madrid sejak musim panas 2024, dan keputusan PSG untuk tidak melanjutkan banding membuka peluang bagi keduanya untuk bergerak maju tanpa adanya ketegangan hukum. Hal ini menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam karir Mbappe di PSG, yang dimulai pada tahun 2017.
Dengan sengketa hukum yang telah berakhir, baik PSG maupun Mbappe dapat memfokuskan perhatian mereka pada tantangan baru yang akan dihadapi di masa depan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: