Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menghadiri Bloomberg New Economy Forum di India pada Kamis, 19 Februari 2026. Forum ini diadakan untuk membahas isu-isu penting terkait kedaulatan Kecerdasan Buatan (AI).
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Jokowi disambut oleh Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, dan dijadwalkan untuk mengikuti serangkaian agenda yang padat keesokan harinya.
Agenda Forum di India
Pada tanggal 20 Februari 2026, Joko Widodo akan berpartisipasi dalam diskusi sarapan mengenai Kecerdasan Buatan di The Leela Palace, New Delhi. Ajudan presiden, AKBP Syarif Fitriansyah, menyatakan bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai belahan dunia.
Diskusi tersebut dijadwalkan berlangsung antara pukul 07.30 hingga 09.00 waktu setempat, dipandu oleh tim dari Bloomberg. Isu yang diangkat di forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan teknologi di Indonesia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Pesan yang Disampaikan Jokowi di Forum Sebelumnya
Sebelum menghadiri forum di India, Jokowi pernah menjadi pembicara di Bloomberg New Economy Forum yang berlangsung di Singapura pada November 2025. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya infrastruktur digital di Indonesia, termasuk sistem pembayaran QRIS.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyoroti tantangan pembangunan ekonomi bagi 280 juta penduduk Indonesia dengan mengungkapkan, 'Ketika saya pertama kali menjadi presiden, saya punya pertanyaan sederhana: bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta orang? Kita tahu tidak ada jalan pintas.'
Perkembangan Teknologi di Indonesia
Jokowi menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam sektor teknologi, yang terlihat dari munculnya berbagai marketplace dan penerapan sistem pembayaran QRIS. Menurutnya, 'QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal.'
Dia juga mencatat bahwa saat ini pedagang kaki lima di desa kecil dapat menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan-perusahaan besar di Jakarta. Ini menunjukkan inklusivitas dan kemajuan yang dicapai Indonesia dalam era digital.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: