Suzuki baru saja meluncurkan skema penjualan inovatif untuk mobil listrik e Vitara, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dengan model Battery-as-a-Service (BaaS), konsumen kini dapat membeli e Vitara dengan harga mulai dari 1,099 rupee, atau sekitar Rp 207 juta.
Inovasi Skema Penjualan Battery-as-a-Service
Skema Battery-as-a-Service (BaaS) yang diperkenalkan oleh Suzuki menawarkan pilihan penyewaan baterai untuk pengguna e Vitara, sehingga mengurangi biaya awal saat pembelian kendaraan listrik.
Dengan cara ini, pengguna tidak lagi akan dibebani dengan biaya kepemilikan baterai, membuat harga mobil tersebut menjadi lebih terjangkau.
Program ini berlaku di pasar India, memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mengakses e Vitara dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan harga aslinya.
Menurut Maruti Suzuki India Limited, harga dasar e Vitara ditetapkan pada 1,099 rupee, yang semakin menarik bagi konsumen dengan preferensi terhadap kendaraan listrik.
Detail dan Fasilitas e Vitara
e Vitara diperkenalkan dengan dua varian, yang mulai dijual dengan harga Rp 755 juta on the road di Jakarta setelah peluncuran di Indonesia International Motor Show 2026.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Mobil ini dilengkapi dengan baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh, memungkinkan pengisian cepat dalam waktu 50 menit untuk mencapai level 15-80 persen.
Daya maksimum motor listrik yang disematkan mencapai 128 kW dengan torsi 193 Nm, yang menjadikan e Vitara memenuhi standar yang diharapkan oleh pengguna kendaraan listrik.
Fitur-fitur ini menunjukkan komitmen Suzuki dalam menghadirkan solusi mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan.
Strategi Pembiayaan dan Jaminan Nilai Jual Kembali
Suzuki juga telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang mirip dengan proses pembelian mobil konvensional untuk menarik lebih banyak konsumen.
Mekanisme buyback akan mempertahankan nilai jual kembali e Vitara; misalnya, setelah pemakaian tiga tahun atau 45 ribu kilometer, nilai diperkirakan mencapai 60 persen dari harga beli.
Sebaliknya, untuk penggunaan selama empat tahun atau 60 ribu kilometer, nilai taksir akan menjadi 50 persen.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran konsumen terkait nilai jual kembali kendaraan listrik, terutama dengan trend rental baterai yang telah diadopsi oleh merek lain seperti VinFast dan Polytron.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: