Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, memastikan adanya peningkatan anggaran pendidikan untuk tahun 2026. Dia menegaskan rằng Kementeriannya tidak mengalami pengurangan anggaran sama sekali.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Jawa Timur, Mu’ti menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mendukung anggaran pendidikan yang lebih besar. 'Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG,' ujarnya.
Peningkatan Anggaran untuk Pendidikan
Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan. Hingga kini, sekitar 93 persen proyek pembangunan tersebut telah berhasil diselesaikan.
Untuk tahun 2026, anggaran revitalisasi satuan pendidikan diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp 14 triliun, yang ditujukan untuk lebih dari 11.000 satuan pendidikan. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menambah informasi mengenai anggaran tambahan yang direncanakan untuk revitalisasi 60.000 satuan pendidikan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Program Digitalisasi dan Pendidikan Karakter
Kemendikdasmen telah menerapkan program digitalisasi dengan menyediakan Interaktif Flat Panel (IFP) untuk 288.860 satuan pendidikan. Teknologi ini dirancang untuk mendukung metode pembelajaran interaktif serta dapat terintegrasi dengan alat pencarian sumber belajar digital.
Mu’ti juga menjelaskan bahwa program MBG telah memberikan manfaat bagi 43 juta siswa, dalam mendukung semangat belajar dan peningkatan karakter siswa. 'Intinya Pendidikan anggarannya naik?' adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang dijawab Mu’ti dengan tegas.
Dukungan untuk Siswa dan Guru
Program Indonesia Pintar (PIP) tetap berlanjut tanpa adanya pengurangan. Untuk tahun 2026, terdapat tambahan dana PIP sebesar Rp 450 ribu per tahun untuk masing-masing murid TK, yang akan disalurkan kepada 888 ribu murid di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen juga telah menyiapkan anggaran untuk pelatihan guru dalam rangka meningkatkan kapasitas pengajaran. Ditambahkan pula, ada pengalihan beasiswa untuk 150 ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1. 'Tahun ini kami akan melakukan pelatihan guru,' tegasnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: