Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyampaikan kekecewaannya terkait tindakan sebagian suporter yang berusaha memasuki lapangan setelah pertandingan melawan Ratchaburi dalam ajang AFC Champions League Two.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Hodak menegaskan bahwa meskipun mayoritas suporter memberikan dukungan positif, perilaku sekelompok individu dapat merusak atmosfer serta reputasi klub.
Kekecewaan Bojan Hodak Terhadap Suporter
Setelah pertandingan leg kedua 16 besar AFC Champions League Two yang berakhir dengan kekalahan bagi Persib Bandung, Bojan Hodak berbicara kepada media tentang perasaannya. Ia menekankan pentingnya dukungan dari suporter dengan menyatakan, "Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis."
Hodak juga mengingatkan momen sulit yang pernah dialami tim saat menghadapi Bangkok United, mengindikasikan bahwa dukungan dari suporter sangat berpengaruh terhadap performa tim.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Dampak Negatif dari Tindakan Sejumlah Suporter
Dalam pengamatannya, Hodak mencatat bahwa di antara ribuan suporter yang hadir, terdapat sekelompok kecil yang merusak suasana pertandingan. "Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya," ujarnya.
Ia menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya berdampak pada atmosfer pertandingan, tetapi juga dapat berimplikasi pada klub secara keseluruhan, termasuk potensi sanksi seperti denda.
Harapan Hodak untuk Dukungan Positif dari Suporter
Menghadapi situasi tersebut, Hodak berharap agar suporter Persib terus menunjukkan dukungan yang baik bagi tim. Ia percaya bahwa "99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah."
Di sisi lain, Hodak juga terlihat berusaha meredakan ketegangan ketika beberapa suporter mulai turun ke lapangan. Dalam sebuah rekaman, ia bersama beberapa pemain terlihat meminta para suporter untuk kembali ke tempat duduk mereka dengan tertib.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: