Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:04 WIB

Tips Memilih Menu Berbuka Puasa untuk Stabilkan Gula Darah

Author

Tips Memilih Menu Berbuka Puasa untuk Stabilkan Gula Darah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemilihan menu berbuka puasa agar kadar gula darah tetap seimbang. Beliau mengingatkan bahaya mengonsumsi gorengan dan minuman manis yang dapat memicu lonjakan gula darah.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Menkes Budi menjelaskan bahwa tubuh yang telah berpuasa seharian memerlukan asupan gula, tetapi harus memilih sumber gula yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Pentingnya Memilih Sumber Gula yang Tepat

Setelah berpuasa, lambung dalam keadaan kosong dan kadar gula darah menurun, sehingga tubuh memerlukan asupan gula untuk memulihkan energi. Menkes Budi mengingatkan, "Sehabis puasa pada saat berbuka, lambung kita kosong sehingga kita perlu makan yang mengandung gula, karena gula kita juga rendah."

Makanan dengan karbohidrat kompleks lebih disarankan dibandingkan dengan minuman manis. "Makanan-makanan ini semua mengandung karbohidrat, setidaknya karbohidratnya kompleks. Kalau kita makan karbohidrat ini akan diubah menjadi gula secara bertahap," tambahnya.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Risiko Minuman Manis dan Lonjakan Gula Darah

Menkes Budi juga menyoroti bahaya konsumsi minuman tinggi gula sederhana. Ia menerangkan, "Beda kalau kita minum sirup, gula darahnya naik cepat. Ini berbahaya buat pankreas."

Lonjakan gula darah mendadak tersebut dapat memberikan dampak serius, karena pankreas harus bekerja ekstra untuk memproduksi insulin dalam jumlah besar guna menstabilkan kadar gula. Oleh karena itu, pilihan asupan saat berbuka puasa harus lebih cermat.

Rekomendasi Sumber Karbohidrat yang Sehat

Sebagai pilihan yang lebih sehat, Menkes Budi menyarankan beberapa sumber karbohidrat kompleks seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan. "Makanan ini punya gula tapi pelepasannya bertahap, jadi energi pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh," ujarnya.

Melalui konsumsi makanan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil selama bulan puasa. Ia juga melontarkan pertanyaan reflektif, "Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?"

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU