Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mendesak agar bantuan dari diaspora Aceh di Malaysia segera dikirimkan ke Indonesia tanpa adanya hambatan birokrasi. Hal ini disampaikan dalam rapat dengan pemerintah mengenai penanganan bencana yang terjadi di Sumatera.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dasco menginginkan agar pemerintah membuka akses pengiriman bantuan yang mencakup barang-barang kebutuhan pokok, seperti minyak goreng dan gula pasir, serta meminta penjelasan tentang kewenangan pengawasan terkait bantuan tersebut.
Diskusi Mengenai Kewenangan Pengiriman Bantuan
Rapat yang berlangsung di kompleks parlemen Senayan, Jakarta ini, menyoroti masalah kewenangan yang menyebabkan penahanan bantuan tersebut. Di dalamnya, Dasco mempertanyakan, "Saya tangkap masalah bantuan dari warga Aceh yang di Malaysia, itu untuk memasukkan barang sekarang ini jadi kewenangannya siapa, Pak Mendagri? Supaya cepat diputus di sini," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa kewenangan pengawasan untuk bantuan berada di tangan Bea Cukai Kementerian Keuangan. Barang-barang yang tengah dibahas adalah yang diperlukan untuk kebutuhan darurat, seperti minyak goreng, gula pasir, dan makanan siap saji.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Rincian Bantuan yang Diterima
Dalam penjelasan lebih lanjut, Tito menjabarkan rincian bantuan yang diterima, termasuk 3.000 liter minyak goreng senilai Rp 1 miliar, 5.000 dus makanan siap saji, serta 3.000 karung pakaian baru. "Nah, ini yang mereka mohon bisa dikirimkan ke pelabuhan di Lhokseumawe dari Port Klang. Barangnya sekarang sudah ada di Port Klang," imbuh Tito.
Tito menekankan bahwa proses perizinan pengiriman memerlukan izin dari kementerian teknis yang bersangkutan. Hal ini menunjukkan kepentingan untuk membuka akses pengiriman bantuan dengan segera.
Usulan untuk Memfasilitasi Pengiriman Bantuan
Dasco mengemukakan pandangannya bahwa pengiriman satu kali ini tidak menimbulkan masalah berarti dan meminta bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mempercepat proses tersebut. "Ini kan cuma pengiriman satu kali? Sumbangan dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia," jelasnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam rapat, mengungkapkan keprihatinan mengenai komoditas beras yang dianggap sensitif dan memberikan saran agar bantuan tersebut diuangkan, mengingat situasi ekspor yang tengah berlangsung.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: