Investigasi mengenai insiden kebakaran mobil Jetour T2 di Tol Jagorawi telah dipaparkan oleh Jetour Sales Indonesia bersama dengan Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan berfungsi sesuai desain meskipun terlibat dalam benturan yang ekstrem.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Audiensi investigasi dipimpin oleh Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub, serta dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Yusuf menjelaskan, "Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour."
Rincian Investigasi Insiden
Insiden kebakaran yang melibatkan mobil Jetour T2 terjadi pada Minggu, 1 Februari, dan menjadi viral di media sosial setelah terekam kamera. Video memperlihatkan kendaraan tersebut tertabrak dari samping dan kemudian terbakar saat penumpang berusaha untuk menyelamatkan diri.
Kementerian Perhubungan dan tim dari KNKT melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Yusuf Nugroho menjelaskan bahwa investigasi bertujuan untuk mendalami kronologi kejadian dan memahami bagaimana sistem keselamatan kendaraan beroperasi dalam situasi berbahaya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Analisis Teknis Kebakaran
Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa penyebab kebakaran adalah akibat dari tabrak samping, berbeda dengan tabrak belakang yang sempat diperkirakan. Kerusakan yang parah terjadi di bagian roda depan dan belakang sisi kiri, yang menyebabkan bagian bawah kendaraan bersentuhan langsung dengan permukaan aspal.
Akibat dari gesekan yang terjadi, api menyala setelah benturan. Petugas menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkontribusi signifikan pada terjadinya kebakaran yang melibatkan kendaraan.
Komitmen Jetour Terhadap Keselamatan
Peter Zhang, Presiden Direktur Jetour Sales Indonesia, menekankan bahwa hasil investigasi menunjukkan sistem keselamatan kendaraan sudah memenuhi standar yang ditetapkan. "Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami," kata Zhang.
Zhang lebih lanjut menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mematuhi semua ketentuan keselamatan yang berlaku di Indonesia. Evaluasi berkala terhadap produk juga akan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang diproduksi memenuhi standar tertinggi, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: