Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina dikenal dengan serangkaian tradisi unik, salah satunya berupa hidangan khas yang hanya disajikan pada momen spesial ini.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Setiap makanan yang dihidangkan bukan hanya menyenangkan selera, tetapi juga mengandung makna simbolis yang berkaitan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
Kue Keranjang sebagai Simbol Keberuntungan
Kue keranjang, atau rebanas, merupakan hidangan yang hampir selalu ada di setiap perayaan Imlek. Kue ini terbuat dari ketan yang dipadatkan dan membawa simbol kesatuan serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Filosofi kue keranjang berkaitan dengan kemakmuran yang diharapkan bertahan sepanjang tahun. Semakin tinggi lapisan kue, semakin besar pula harapan untuk mencapai kesuksesan.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Ikan Utuh sebagai Lambang Kelimpahan
Hidangan ikan utuh tidak terpisahkan dari perayaan Imlek, melambangkan surplus dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin, kata 'yu', yang berarti ikan, juga terdengar mirip dengan kata untuk kelimpahan, menjadikannya penting untuk disajikan.
Ikan biasanya dihidangkan dengan lengkap, termasuk kepala dan ekor, menggambarkan siklus kehidupan. Menghabiskan ikan pada malam Imlek diyakini cukup membawa keberuntungan di tahun yang baru.
Dumpling sebagai Tanda Kekayaan
Dumpling atau jiaozi adalah salah satu makanan khas lain yang sering disajikan saat Imlek. Bentuk dumpling yang mirip dengan koin melambangkan harapan akan kekayaan dan kesejahteraan.
Tradisi ini juga menciptakan momen kebersamaan di mana keluarga saling membuat dan menyantap dumpling bersama, memperkuat hubungan antar anggota keluarga serta berbagi berkat di tahun baru.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: