Kantor kejaksaan Paris secara resmi mengumumkan pembentukan tim khusus yang bertugas menyelidiki bukti keterlibatan warga negara Prancis dalam tindak kejahatan yang terkait dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah dijatuhi hukuman.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Tim ini akan bekerja sama dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional dan aparat kepolisian guna mengeksplorasi informasi yang relevan dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
Pembentukan Tim Khusus untuk Penyelidikan
Tim khusus jaksa dirakit untuk menggali informasi dan bukti yang mendukung penyelidikan baru berkaitan dengan kasus Epstein. Dalam pernyataan resmi, kantor kejaksaan menyatakan, 'Kami ingin mengekstrak setiap bagian yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kerangka penyelidikan baru.'
Tim ini tidak hanya terdiri dari jaksa, tetapi juga kolaborasi erat dengan unit kejahatan keuangan nasional dan kepolisian untuk mendalami dugaan pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.
Penyelidikan ini diharapkan dapat menyoroti informasi baru yang dapat membantu memperkuat kasus terhadap mereka yang terlibat.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Kasus Jean-Luc Brunel yang Diperiksa Ulang
Salah satu fokus utama tim adalah mengkaji ulang kasus Jean-Luc Brunel, seorang eksekutif agen model yang memiliki kedekatan dengan Epstein. Brunel ditemukan tewas di dalam selnya pada tahun 2022, setelah menghadapi dakwaan terkait pemerkosaan anak di bawah umur dan pelecehan seksual.
Jaksa menyatakan bahwa 'Brunel diduga telah memperkosa, menyerang, dan melecehkan sejumlah korban baik di dalam maupun luar negeri,' termasuk di Amerika Serikat dan Prancis.
Penyelidikan terhadap Brunel dihentikan pasca kematiannya pada tahun 2023, dan tidak ada dakwaan lebih lanjut yang dihasilkan dari kasus ini.
Penyelidikan Sejumlah Tokoh Publik Prancis
Kantor kejaksaan Paris kini juga sedang menyelidiki keterlibatan diplomat senior Fabrice Aidan, sebagai respons terhadap permintaan Kementerian Luar Negeri Prancis. Mereka mengonfirmasi bahwa 'sebuah penyelidikan sedang berlangsung untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat memperkuat laporan ini.'
Di sisi lain, terdapat pengaduan dari seorang perempuan asal Swedia yang mengklaim telah menjadi korban pemerkosaan oleh Daniel Siad, seorang perekrut model, di Prancis pada tahun 1990. Kasus serupa juga muncul terkait dirigen Frederic Chaslin, yang dituduh melakukan pelecehan seksual.
Investigasi ini membuka kembali berbagai peristiwa yang mungkin melibatkan kejahatan seksual yang telah lama tergendala, memberikan harapan bagi para korban untuk mendapatkan keadilan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: