Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 18:29 WIB

Hilirisasi Komoditas Utama: Peluang Ekonomi Rp20.000 Triliun bagi Indonesia

Author

Hilirisasi Komoditas Utama: Peluang Ekonomi Rp20.000 Triliun bagi Indonesia

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan potensi besar dalam hilirisasi tiga komoditas utama, yaitu kelapa, gambir, dan CPO, yang dapat memberikan kontribusi hingga Rp20.000 triliun bagi ekonomi Indonesia.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam acara Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026, Amran menekankan bahwa keberanian dalam pengolahan sumber daya alam akan menentukan masa depan ekonomi negara.

Potensi Hilirisasi Kelapa

Amran menekankan bahwa Indonesia adalah negara dengan produksi kelapa terbesar di dunia, meskipun nilai tambahnya masih tergolong rendah.

'Harga kelapa tercatat Rp1.350, dan jika dilakukan hilirisasi menjadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa naik 100 kali lipat,' jelasnya.

Pengolahan yang tepat dapat meningkatkan ekspor produk turunan kelapa secara signifikan.

'Ekspor kita Rp24 triliun, kalau diolah bisa jadi Rp2.400 triliun, bahkan Rp5.000 triliun,' imbuh Amran.

Peluang dalam Gambir

Komoditas gambir memiliki potensi ekonomis yang besar, dimana sekitar 80 persen material gambir dikuasai oleh Indonesia.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Amran menyatakan, 'sedihnya gambir kita diekspor, diolah di luar, lalu dijual kembali ke dunia.'

Ia menggarisbawahi pentingnya pengolahan langsung di dalam negeri untuk memaksimalkan nilai tambah.

'Potensinya Rp5.000 triliun. Kita mau berubah atau tidak?' tegasnya.

Strategi Hilirisasi CPO

Dalam hal komoditas CPO, Indonesia menguasai 60–70 persen pasar dunia, sehingga membuka peluang besar untuk hilirisasi.

Amran menjelaskan, 'kalau harga CPO rendah kita serap jadi biofuel dalam negeri, kalau tinggi kita ekspor.'

Dari penguatan biofuel serta pengurangan impor solar, nilai tambah CPO dapat meningkat secara signifikan.

'Sekarang nilainya Rp549 triliun, bisa jadi Rp1.500 triliun, bahkan Rp5.000 triliun kalau hilirisasi penuh,' ungkapnya.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU