Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:35 WIB

Meningkatnya Kasus Kanker Kolorektal pada Generasi Muda dan Aspek Gizi yang Perlu Diperhatikan

Author

Meningkatnya Kasus Kanker Kolorektal pada Generasi Muda dan Aspek Gizi yang Perlu Diperhatikan

Kasus kanker kolorektal kini semakin banyak ditemui pada individu berusia muda, dengan pola hidup tidak sehat sebagai salah satu penyebab utama.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Spesialis gizi, dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, menekankan pentingnya asupan serat dan vitamin untuk mencegah peningkatan risiko penyakit ini.

Tren Peningkatan Kanker Kolorektal di Indonesia

Meningkatnya kasus kanker usus besar menimbulkan perhatian serius di Indonesia, khususnya di kalangan usia muda. Data menunjukkan bahwa individu berusia 20 hingga 30 tahun kini lebih rentan terhadap kanker ini.

Dr. Juwalita Surapsari menyoroti bahwa pola makan yang kurang sehat, seperti rendahnya konsumsi sayuran dan buah-buahan, secara signifikan berperan dalam perkembangan penyakit ini.

Ia menyampaikan, 'Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,' menggarisbawahi realitas yang mungkin mengejutkan bagi banyak pihak.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Perilaku Makan dan Kendala yang Dihadapi

Pentingnya mengembangkan kebiasaan makan sehat sejak dini menjadi isu yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dr. Juwalita juga mengingatkan bahwa memaksakan anak untuk mengonsumsi buah dan sayur secara ekstrem dapat menimbulkan trauma dan melakukan sebaliknya.

Ia memberikan contoh dua pasien dewasa, berusia 23 dan 27 tahun, yang mengalami kesulitan dalam mengonsumsi buah-buahan dan merasa jijik terhadapnya. 'Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,' tambahnya, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya berlaku untuk anak-anak.

Perilaku makan yang buruk tidak hanya dialami oleh anak-anak tetapi juga oleh banyak orang dewasa yang mengabaikan pentingnya gizi dalam pola makan sehari-hari.

Statistik dan Data Kanker Usus di Indonesia

Data awal mengenai cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan adanya lima provinsi dengan populasi yang berisiko tinggi terhadap kanker usus, yaitu Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan total sekitar 7,6 juta individu.

Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini Kemenkes RI, Rindu Rachmiati SKM M Epid, menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar dan merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia.

'Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia. Angka kematian kolorektal laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan dengan misalkan perempuan payudara dan kanker serviks,' jelas Rindu, merujuk pada data dari International Agency for Research on Cancer (IARC).

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU