Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:16 WIB

Dua Remaja Ditangkap Terkait Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung

Author

Dua Remaja Ditangkap Terkait Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung

Polisi telah menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam pembunuhan siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ (14). Korban ditemukan tewas di semak-semak setelah dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Penangkapan dilakukan di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, setelah pihak berwenang melakukan penyelidikan intensif. Motif di balik tindakan tersebut diduga berkaitan dengan masalah pertemanan yang berujung pada dendam.

Detik-detik Penemuan Jasad Korban

Jasad ZAAQ ditemukan oleh sekelompok orang yang sedang melakukan siaran langsung di aplikasi TikTok di eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga korban yang telah melaporkan hilangnya ZAAQ sejak Senin.

Proses identifikasi jasad berlangsung dengan cepat, dan pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan setelah mengetahui korban telah dibunuh oleh dua pelaku yang merupakan teman dekatnya. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengungkapkan bahwa kejadian ini memicu kepanikan dan duka mendalam di masyarakat.

Penyelidikan yang diadakan oleh kepolisian terfokus pada mencari informasi terkait keberadaan pelaku dan latar belakang hubungan mereka dengan korban.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Penangkapan Pelaku dan Pengakuan Dendam

Dua pelaku, yaitu YA (16) dan AP (17), ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, oleh Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi. Penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu malam setelah pelaku melarikan diri ke Tasikmalaya.

Kapolres Niko menjelaskan bagaimana pelaku sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya ditangkap. 'Kami amankan pelakunya. Ada dua orang yang juga masih di bawah umur,' ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka YA menyampaikan bahwa ia menyimpan dendam terhadap korban karena pertemanan mereka yang telah terjalin selama sekitar tiga tahun mengalami keretakan. Motivasi ini memberikan gambaran terkait latar belakang tindakan pembunuhan tersebut.

Reaksi Pihak Sekolah dan Penyidik

Kadisdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyatakan bahwa korban tidak memiliki catatan masalah di sekolah. 'Anak itu dari catatan BK tidak ada masalah,' jelasnya, menegaskan bahwa kejadian ini sangat mengejutkan banyak pihak.

Asep juga menyampaikan bahwa pihak sekolah merasa sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa siswa mereka. Terdapat keprihatinan lebih mendalam karena kehilangan komunikasi antara korban dan keluarganya selama beberapa hari.

Penyidik terus mendalami dinamika hubungan antara pelaku dan korban untuk memastikan keadilan atas peristiwa tragis ini. Peran masing-masing pelaku dalam pembunuhan akan terus diselidiki.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU