Indonesia diperkirakan akan menjadi pusat aktivitas spam dan malware terlama sepanjang tahun 2025, berdasarkan laporan terkini dari AwanPintar.id.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Laporan tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam serangan siber, dengan total 234.528.187 insiden yang tercatat selama semester kedua 2025.
Peningkatan Aktivitas Serangan Siber
Laporan yang berjudul 'Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 2 Tahun 2025' mencatat angka serangan siber yang mencapai 234.528.187 selama periode tersebut, dengan rata-rata 15 serangan per detik.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 75,76 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025, di mana tercatat lebih dari 90 juta insiden hanya dalam bulan Desember 2025.
Peningkatan ini diduga disebabkan oleh aktivitas Distributed Denial-of-Service (DDoS) dan lonjakan transaksi digital yang terjadi di akhir tahun.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Pola Serangan yang Makin Terorganisir
Yudhi Kukuh, pendiri AwanPintar.id, menginformasikan bahwa pola serangan kini menunjukkan kecenderungan terorganisir, dengan pelaku serangan yang beroperasi dalam kelompok.
Ia menyatakan, 'Pelaku serangan siber dalam negeri tidak lagi hanya bergerak secara individu, melainkan mulai menunjukkan pola kerja sama yang terorganisir untuk menargetkan layanan publik dan platform ekonomi.'
Spam yang berasal dari Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan, dengan porsi yang mencapai 56,29 persen pada semester kedua 2025, naik dari 21,45 persen pada semester pertama.
Kerentanan Keamanan dan Eksploitasi
Laporan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pemimpin dalam penyebaran malware, dengan kontribusi mencapai 61,32 persen.
Ini menunjukkan bahwa banyak server, PC, dan perangkat Internet of Things (IoT) di dalam negeri terinfeksi dan dieksploitasi untuk menyebarkan serangan.
Eksploitasi terhadap celah keamanan dalam infrastruktur jaringan dan sistem juga menguat, dengan penyerang yang beralih ke protokol jaringan penting digunakan oleh usaha kecil dan konsumen.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: