Jeruk mandarin memiliki makna simbolis yang mendalam dalam perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Buah ini tidak hanya disajikan sebagai makanan, tetapi juga melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di tahun yang baru.
Sejarah Jeruk Mandarin dalam Budaya Tionghoa
Jeruk mandarin, dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai 'chen tzu', telah menjadi bagian integral dari perayaan Tahun Baru Imlek selama berabad-abad.
Makna keberuntungan yang melekat pada jeruk ini berasal dari bunyi kata 'jeruk' yang mirip dengan kata 'emas' dalam bahasa Mandarin, yang membuat banyak orang percaya bahwa jeruk mandarin membawa kemakmuran.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Simbolisme Jeruk Mandarin
Warna cerah dan bentuk bulat dari jeruk mandarin dianggap menyiratkan energi positif dan kesempurnaan.
Menyajikan jeruk mandarin di antara keluarga adalah simbol harapan untuk kebahagiaan dan kesuksesan di tahun yang baru.
Tradisi Jeruk Mandarin di Berbagai Masyarakat
Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam merayakan Tahun Baru Imlek dengan jeruk mandarin, misalnya di Jakarta, jeruk mandarin sering menjadi bagian dari dekorasi di toko-toko.
Di negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia, jeruk ini dibagikan secara bebas untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: