Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 09:10 WIB

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur: Awan Panas Meluncur Selama Enam Kilometer

Author

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur: Awan Panas Meluncur Selama Enam Kilometer

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, mengalami erupsi pada Sabtu pagi, 14 Februari, dengan luncuran awan panas sejauh enam kilometer dari puncak kawah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Erupsi terjadi pukul 05.54 WIB dan menghasilkan kolom letusan setinggi 2.000 meter di atas puncak, atau 5.676 meter di atas permukaan laut.

Rincian Erupsi dan Pengamatan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyatakan bahwa letusan tersebut merupakan awan panas guguran yang mengarah ke sektor tenggara, khususnya daerah Besuk Kobokan.

Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal, mengarah ke timur laut. Data seismograf menunjukkan rekaman dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.

Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.25 WIB dengan kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak, setara dengan 5.176 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal kembali teramati ke arah utara dan timur laut.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Status Aktivitas dan Rekomendasi

Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan serangkaian rekomendasi untuk masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak erupsi. Selain itu, diharapkan agar tidak melakukan aktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Peringatan lebih lanjut menyarankan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Potensi Bahaya Lainnya

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat adanya potensi bahaya lontaran batu pijar yang bisa mengancam keselamatan.

Di sepanjang sungai atau lembah seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diimbau agar masyarakat tetap waspada akan situasi yang dapat berubah akibat aktivitas vulkanik.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan harus memantau dengan cermat potensi lahar.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU