Persaingan antara Elon Musk dan Jeff Bezos dalam eksplorasi luar angkasa semakin memanas, dengan masing-masing pihak memiliki rencana ambisius untuk membangun pangkalan di Bulan.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Musk melalui SpaceX berencana untuk meluncurkan misi yang akan mendahului ambisi Blue Origin pimpinan Bezos, menjelang misi penting yang ditargetkan oleh China pada tahun 2030.
Inisiatif Elon Musk dengan SpaceX
Elon Musk, CEO SpaceX, telah mengungkapkan rencana untuk membangun 'Moonbase Alpha', yang akan dilengkapi dengan perangkat peluncur satelit di permukaan Bulan.
Musk menilai bahwa infrastruktur ini akan mendukung jaringan komputasi AI yang ambisius dengan jumlah satelit yang bisa mencapai satu juta unit.
Ia juga menyatakan bahwa fokus ini merupakan perubahan dari visinya yang semula adalah mengeksplorasi Mars, yang telah menjadi perhatian utama SpaceX sejak awal berdirinya pada tahun 2002.
Dalam sebuah wawancara, Musk menyebut Bulan sebagai 'gangguan' pada rencana awalnya, sebelum akhirnya mengalihkan perhatian ke pembangunan pangkalan di sana.
Strategi Jeff Bezos dengan Blue Origin
Di sisi lain, Jeff Bezos melalui Blue Origin telah berfokus pada program luar angkasa dengan menghentikan bisnis wisata luar angkasa suborbital.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk bisnis tersebut kini diarahkan untuk program pendarat Bulan yang disebut Blue Moon, yang direncanakan akan mengirimkan misi tanpa awak ke Bulan.
Misi ini merupakan bagian dari persiapan untuk menghadirkan astronot dalam program Artemis NASA, di mana Blue Origin telah mengirimkan pendaretnya untuk uji termal dan vakum di Johnson Space Center NASA.
Dengan mengadopsi fabel kuno tentang kura-kura yang lambat namun konsisten, Blue Origin menjalankan filosofi 'Gradatim Ferociter', berupaya menciptakan keunggulan dalam kompetisi ini.
Dampak Persaingan terhadap Industri Antariksa
Persaingan yang berlangsung antara Elon Musk dan Jeff Bezos memiliki dampak besar dalam industri luar angkasa, mendorong perusahaan lain untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek terkait Bulan.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga telah berinvestasi miliaran dolar untuk mendukung pembangunan pendarat yang dibutuhkan dalam misi ke Bulan dan Mars.
Andrew Chanin, CEO ProcureAM, menekankan pentingnya posisi strategis Bulan bagi SpaceX serta dampaknya pada penggunaan fasilitas tersebut di masa depan.
Dia menyatakan bahwa jika SpaceX berhasil lebih awal dalam membangun infrastruktur di Bulan, hal ini dapat memengaruhi kontrol terhadap proyek luar angkasa yang akan datang.
Justin Cyrus, CEO Lunar Outpost, menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir telah terjadi perubahan pola pikir di kalangan investor yang semakin tertarik pada proyek luar angkasa.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: