Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan tidak boleh digunakan sebagai alat politik. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Ia juga menekankan pentingnya mencegah terjadinya miscarriage of justice dan memastikan bahwa proses hukum yang adil diutamakan dalam peradilan.
Hukum dan Politik
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, "Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjain lawan politik. Tidak boleh. Dan saya tidak mau dan saya sudah buktikan ya." Pernyataan ini mencerminkan sikap tegasnya terhadap penyalahgunaan hukum.
Ia juga mencatat bahwa seluruh elemen masyarakat harus mengutamakan kepatuhan terhadap hukum. Dalam ajakannya, ia menyatakan, "Saudara-saudara, jadi kita bertekad ya, saya bertekad, patuhi hukum! Tidak ada kompromi."
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pentingnya Pengadilan yang Adil
Prabowo mengungkapkan keyakinannya akan pentingnya putusan pengadilan yang adil dan tanpa keraguan. Ia mengingatkan, "Kalau ada kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah, kita tidak boleh memberi keputusan yang final kepada mereka itu."
Sebagai contoh, Prabowo menyebutkan pentingnya kebijaksanaan dalam sistem hukum. Ia menegaskan, "Saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu."
Kepastian Hukum bagi Rakyat
Sebagai pemegang mandat rakyat, Prabowo berkomitmen untuk mendukung kepastian hukum di Indonesia. Ia menyatakan, "Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita."
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memiliki pemerintah yang bersih dan adil dalam mendukung kesuksesan negara. Ia memperingatkan, "Saya pelajari sejarah, tidak ada negara berhasil tanpa pemerintah yang bersih dan adil."
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: