Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menekankan potensi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat reformasi dalam sektor keuangan, terutama dalam bursa saham dan sistem perpajakan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Pernyataan tersebut disampaikan pada peluncuran website Dewan Ekonomi Nasional, di mana Luhut menyatakan bahwa rencana ini sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Usulan Penggunaan AI dalam Bursa Saham
Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa ia telah mengusulkan penerapan teknologi AI kepada Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Morgan Stanley. Pentingnya reformasi pasar modal ini dikaitkan dengan pelibatan generasi muda yang memiliki pengetahuan di bidang keuangan.
"Saya bilang sama dia [perwakilan Morgan Stanley], kita mau reform. Kita ada usul ke Presiden supaya capital market ini di-reform," ungkap Luhut.
Usulan ini bertujuan untuk mendigitalisasi dan mempercepat transaksi di bursa saham, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada interaksi manusia yang rentan terhadap penyimpangan.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Reformasi Sistem Perpajakan Berbasis AI
Luhut juga menyampaikan potensi penerapan AI dalam sistem perpajakan, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah pembayar pajak dan kepatuhan mereka. Dengan demikian, diharapkan tarif pajak bisa diturunkan secara bertahap.
"Jika itu [pakai teknologi AI] terjadi, jumlahnya akan lebih luas, penerimaan akan lebih luas," jelas Luhut.
Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan dan efisien, sehingga meminimalisir kemungkinan pelanggaran yang selama ini terjadi.
Dampak dan Tantangan Penerapan Teknologi AI
Luhut menyatakan bahwa pengurangan interaksi manusia, sebagai dampak utama dari penerapan AI, dapat mengurangi potensi penyimpangan. Ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi berbasis digital membuat manipulasi lebih sulit dilakukan.
"Digunakan AI, berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," katanya.
Namun, Luhut juga mengingatkan bahwa tantangan penerapan AI tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga oleh negara lain seperti India.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: