Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 11:40 WIB

Prabowo Klarifikasi Tuduhan Pelanggaran HAM terhadap TNI

Author

Prabowo Klarifikasi Tuduhan Pelanggaran HAM terhadap TNI

Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi tuduhan yang menyebut bahwa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan penjahat perang. Dalam pidatonya di Jakarta, Prabowo menegaskan integritas TNI yang dikenal tidak pernah menargetkan lokasi sipil.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Selain itu, Prabowo menilai bahwa setiap klaim pelanggaran terhadap TNI perlu diteliti secara obyektif. Ia juga menyampaikan kritik terhadap negara-negara Barat terkait standar HAM yang mereka ajarkan.

Penjelasan Prabowo Terkait Tuduhan

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan, 'Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM, rasanya TNI enggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI, rasanya TNI enggak pernah bom panti asuhan, sekolah, bom gereja atau masjid.' Pernyataan ini disampaikan sebagai bantahan terhadap tuduhan yang dianggap tidak berdasar.

Prabowo menambahkan bahwa setiap klaim tentang pelanggaran yang dilakukan oleh TNI perlu dilihat dengan cermat dan obyektif. Ia berpendapat bahwa TNI memiliki komitmen yang tinggi terhadap perlindungan warga sipil dan hak asasi manusia.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Kontradiksi Negara-Negara Barat Terkait HAM

Di sela-sela tanggapannya, Prabowo juga mengkritik negara-negara Barat yang seringkali dianggap merendahkan standar HAM di negara lain. Ia mengatakan, 'Negara-negara barat yang ngajarin HAM ke kita, saya enggak mau banyak komentar lagi lah, anda tau maksud saya.'

Kritik yang dilontarkannya berawal dari pengamatannya bahwa ada kesenjangan antara ucapan dan tindakan negara-negara tersebut. Ia menilai ada banyak contoh di mana penerapan HAM oleh negara-negara barat tidak konsisten dengan ajaran yang mereka promosikan.

Konteks Sejarah TNI dan HAM

Diskusi seputar TNI dan pelanggaran HAM bukanlah hal baru di Indonesia. Dalam sejarahnya, TNI telah berperan dalam berbagai konflik, namun selalu mengutip prinsip-prinsip dasar tentang perlindungan sipil.

Prabowo menegaskan bahwa penting untuk memisahkan fakta dari opini saat berdiskusi mengenai peran TNI. Ia mengajak masyarakat untuk melihat rekam jejak TNI dalam sejarah dengan lebih objektif dan penuh pertimbangan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU