Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Tantangan Utang Pemerintah di Tengah Pemulihan Ekonomi Indonesia

Author

Tantangan Utang Pemerintah di Tengah Pemulihan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa utang pemerintah Indonesia diperkirakan mencapai 40,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dengan proyeksi defisit anggaran sebesar 2,92%, pentingnya utang dalam mendukung pemulihan ekonomi yang tertekan akibat berbagai tantangan di tahun lalu menjadi sorotan utama.

Proyeksi Utang dan PDB di Tahun 2025

Pada tahun 2025, total utang pemerintah Indonesia diperkirakan mencapai Rp 9.647,5 triliun, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut data PDB yang menggunakan dasar harga berlaku, total PDB Indonesia mencapai Rp 23.821,1 triliun, dengan persentase utang yang ditentukan cukup signifikan.

Menteri Purbaya menjelaskan bahwa lonjakan tingkat utang ini tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun sebelumnya karena adanya kurangnya transparansi dalam laporan data utang pada tahun 2024.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Peran Utang dalam Pemulihan Ekonomi

Dalam konteks pemulihan ekonomi, Menteri Purbaya menekankan bahwa utang yang diambil oleh pemerintah merupakan langkah strategis di tengah perlambatan ekonomi yang cukup tajam.

Beliau menjelaskan, 'Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tetapi ekonomi kita selamat, habis itu kita tata ulang semuanya.'

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemerintah menghadapi tantangan dalam mengelola defisit anggaran sembari tetap memastikan pertumbuhan ekonomi.

Keseimbangan Aset dan Kewajiban Negara

Posisi kewajiban pemerintah, yang mencakup utang jangka pendek dan panjang, tercatat mencapai Rp 10.269 triliun pada akhir tahun 2024.

Sementara itu, total aset negara pada periode yang sama mencapai Rp 13.692,4 triliun, yang menunjukkan posisi ekuitas pemerintah berada di angka Rp 3.424,4 triliun.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan sebelumnya, juga menegaskan bahwa kondisi ini 'menggambarkan kekayaan bersih negara dan kapasitas fiskal yang tetap dapat terjaga dan diandalkan untuk menopang kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan.'

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU