Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) menjamin keamanan data genetik masyarakat Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Beliau menekankan pentingnya sistem laboratorium lokal dan penyimpanan data terpusat untuk meningkatkan pengawasan terhadap data genetik tersebut.
Keamanan Data Genomik dalam Program BGSi
Program BGSi bertujuan untuk memastikan bahwa data genomik masyarakat Indonesia disimpan dengan aman dan terlindungi di dalam negeri.
Menurut Menkes, dengan adanya undang-undang terbaru, semua data genom wajib disimpan di server Kementerian Kesehatan, yang tentunya memudahkan pengawasan dan keamanan data.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, 'Karena ada satu tempat akan jauh lebih gampang dikontrol dibandingkan dengan sekarang.'
Sistem keamanan yang diterapkan merupakan bagian dari keamanan negara, sehingga data genetik masyarakat terlindungi dengan baik.
Menerapkan Precision Health Treatment
Program BGSi mengedepankan konsep precision health treatment yang bertujuan meningkatkan riset genomik demi diagnosis dan pengobatan yang lebih presisi.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Menkes menjelaskan bahwa dengan teknologi ini, individu dapat menerima pemeriksaan kesehatan yang lebih terpersonal dan akurat, 'Dari segi pengobatannya juga jauh lebih baik, lebih presisi, lebih personalized.'
Contoh yang diberikan oleh Menkes adalah terkait batuk, di mana pengecekan genom dapat menentukan jenis obat yang tepat sesuai penyebab spesifik, menjadikan pengobatan lebih efektif.
Kemajuan ini didukung oleh penurunan biaya pemeriksaan genom, yang memungkinkan akses lebih luas bagi masyarakat.
Target Pengumpulan Sampel Genomik
Saat ini, jumlah sampel genom yang telah dikumpulkan mencapai sekitar 17 ribu, dengan harapan akan meningkat pesat di masa mendatang.
Menkes merinci bahwa target pengumpulan sampel untuk tahun ini mencapai 100 ribu, dengan proyeksi kumulatif 400 ribu pada tahun 2030.
'Kami mau naikin kalau bisa ke 25 ribu, ke 50 ribu per tahun dan ke 100 ribu per tahun,' jelasnya.
Inisiatif ini juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam bidang pertanian dan hewan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan negara.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: