Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:50 WIB

Kebocoran Data Besar-besaran di Platform AI Moltbook: Ancaman yang Mewaspadai Pengguna

Author

Kebocoran Data Besar-besaran di Platform AI Moltbook: Ancaman yang Mewaspadai Pengguna

Platform jejaring sosial yang berbasis kecerdasan buatan, Moltbook, mengalami kebocoran data yang parah dan menjadi perhatian luas di kalangan masyarakat.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Penelitian oleh perusahaan keamanan siber Wiz mengungkapkan bahwa sekitar 1,5 juta API key dan puluhan ribu data pribadi pengguna telah terpapar ke publik.

Analisis Kebocoran Data oleh Wiz

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Wiz, kebocoran data ini disebabkan oleh konfigurasi keamanan yang lemah dalam basis data Moltbook.

Basis data yang seharusnya dilindungi dapat diakses tanpa autentikasi yang memadai, memungkinkan pihak luar untuk membaca serta memodifikasi informasi sensitif.

Lebih dari 35.000 alamat email pengguna teridentifikasi memiliki risiko tinggi untuk disalahgunakan dalam praktik phishing, yang berpotensi merugikan banyak individu.

API token yang terpapar, mencapai angka 1,5 juta, dapat disalahgunakan untuk mengakses layanan pihak ketiga, menambah kompleksitas dan risiko yang ada.

Komposisi Akun dan Bot di Moltbook

Investigasi yang lebih dalam menunjukkan bahwa lebih dari 17.000 manusia terlibat dalam pengelolaan lebih dari dua juta akun bot yang aktif di Moltbook.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Hal ini bertentangan dengan klaim dari platform serupa yang menyatakan bahwa operasional mereka sepenuhnya bergantung pada agen AI.

Sebaliknya, Moltbook lebih tampak sebagai pabrik bot besar, yang meningkatkan kerentanan dalam hal pengendalian dan penggunaan data.

Kondisi ini mendorong berbagai risiko keamanan yang lebih tinggi, merugikan kepercayaan publik terhadap kemampuan platform dalam melindungi data pengguna.

Pandangan Pakar Keamanan Terhadap Kebocoran ini

Pakar teknologi, Andrej Karpathy, menekankan bahwa keamanan harus dijadikan prioritas utama dalam pengoperasian agen AI, mengingat risiko akses tidak sah terhadap data pribadi.

Gary Marcus, seorang pakar AI, menggambarkan platform agen AI yang tidak aman sebagai 'aerosol bersenjata', yang mampu menyebarkan ancaman siber secara cepat dan luas.

Moltbook mengklaim telah menutup celah keamanan dalam waktu singkat, namun keandalan teknologi tersebut tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan pakar.

Nathan Hamiel, seorang pakar keamanan siber, mengingatkan bahwa agen AI dapat dengan mudah melakukan bypass pada sistem keamanan jika sistem tersebut berhasil disusupi.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU