Efek kopi terhadap kolesterol sangat dipengaruhi oleh metode seduh yang digunakan. Riset terbaru mengungkap bahwa senyawa tertentu dalam kopi berpotensi meningkatkan kolesterol LDL dalam darah.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dengan Indonesia sebagai salah satu negara pengonsumsi kopi terbesar, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan cara seduh kopi yang akan dikonsumsi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan.
Manfaat Kopi Bagi Kesehatan
Konsumsi kopi tanpa gula dalam jumlah moderat, sekitar tiga hingga lima cangkir per hari, menawarkan beragam manfaat kesehatan. Manfaat tersebut antara lain berkurangnya risiko kematian dini, diabetes, stroke, dan perlindungan terhadap penyakit jantung.
Kopi juga berperan dalam menurunkan risiko kanker hati dan rahim. Sebagai minuman yang kaya akan senyawa bioaktif, kopi mengandung lebih dari seribu senyawa, di mana kafein dikenal luas atas efek stimulan dan rasa pahitnya.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Mekanisme Peningkatan Kolesterol LDL
Paradoks yang berkaitan dengan kopi terletak pada senyawa lipid bernama diterpen, khususnya cafestol dan kahweol. Senyawa ini secara efektif menghambat pembentukan asam empedu dari kolesterol di hati, serta mengurangi jumlah reseptor LDL, yang menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL dalam darah.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 10 mg cafestol setiap hari dapat meningkatkan kolesterol total sekitar 5 mg/dL. Namun, efek ini cenderung bersifat reversibel jika konsumsi dihentikan.
Pengaruh Metode Seduh terhadap Kandungan Diterpen
Kandungan diterpen dalam kopi tergantung pada metode seduh yang digunakan. Metode seduh seperti kopi tubruk, kopi rebus, dan French Press cenderung menghasilkan kadar diterpen yang tinggi, sedangkan espresso memiliki kadar moderat sekitar 1 mg cafestol per cangkir.
Di sisi lain, kopi instan dan metode filter kertas seperti V60 mampu menahan lebih dari 95% cafestol dan kahweol. Filter kertas berfungsi secara efektif untuk menjebak tetesan minyak, sementara filter logam atau nilon tidak seefektif itu.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: