Bahar bin Smith telah menyampaikan permohonan maaf terkait penganiayaan terhadap Rida, anggota Banser, yang terjadi di Cipondoh, Tangerang baru-baru ini. Pernyataan itu dianggap sebagai pelajaran berharga untuk semua pihak terkait dengan insiden tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Permohonan maaf ini disampaikan melalui rekaman video pada Rabu, 11 Februari 2026, di mana Bahar didampingi oleh rekannya. Serta, di dalam video tersebut, ia tidak hanya meminta maaf kepada korban tetapi juga kepada organisasi tempat korban bernaung.
Permohonan Maaf Bahar Smith
Dalam pernyataan video yang dirilis, Bahar menyatakan, "Saudara-saudaraku, sebagaimana kita ketahui dengan adanya kejadian beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan Haji Arif, Haji Edi dan Pak Dwi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kepada saudara kita Pak Rida."
Pernyataan ini menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam atas insiden yang terjadi. Bahar menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di antara sesama umat beragama.
Ia menambahkan, "Kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua untuk bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah." Diharapkan semua pihak bisa saling mendukung untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketegangan dan mempromosikan penyelesaian damai di antara kelompok yang terlibat.
Konteks Kasus Penganiayaan
Kasus penganiayaan ini terjadi pada bulan September 2025 saat acara Maulid Nabi di Cipondoh. Insiden tersebut melibatkan Bahar bin Smith yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang Kota.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dua rekannya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam investigasi ini, menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam menanggapi insiden yang melibatkan kekerasan.
Pihak kepolisian memastikan akan melanjutkan penyelidikan kasus ini untuk mencapai keadilan bagi semua pihak. Ini merupakan upaya untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Kasus ini mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang mengganggu ketenangan masyarakat.
Harapan untuk Persatuan Umat
Dalam pernyataannya, Bahar juga menyampaikan harapan agar nilai-nilai Islam dan persatuan bangsa dapat terus dijaga. Ia menyatakan, "Semoga ke depan kita semua semakin dilekatkan dalam ikatan persaudaraan dalam keislaman, keimanan, dan kebangsaan yang selalu menjunjung nilai-nilai ukhuwah Islamiyah."
Bahar berharap agar semua umat bisa bersatu dan saling menghormati di tengah keberagaman yang ada di Indonesia. Instrumen perdamaian dan keharmonisan menjadi fokus penting dalam situasi saat ini.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan doa untuk keberkahan menjelang bulan Ramadan. Bahar berdoa agar semua amal ibadah diterima dan umat dalam keadaan suci serta diampuni dosa-dosanya.
Pernyataan ini juga menjadi pengingat untuk menjaga sikap saling menghormati di tengah berbagai perbedaan yang ada di masyarakat.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: