Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 18:00 WIB

Pergeseran Signifikan Penjualan Kendaraan Bensin di China

Author

Pergeseran Signifikan Penjualan Kendaraan Bensin di China

Pasar mobil penumpang bermesin bensin di China mencatat penurunan yang drastis selama enam tahun berturut-turut.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Volume penjualan tahunan diprediksi turun dari 17,8 juta unit pada tahun 2020 menjadi 10,85 juta unit pada tahun 2025.

Faktor Penyebab Penurunan Penjualan

Penurunan penjualan kendaraan bermesin bensin di China dipicu oleh fenomena yang dikenal sebagai New Energy Vehicle (NEV).

Sebanyak 59 persen kendaraan baru yang terjual pada Desember 2025 adalah kendaraan listrik, menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang signifikan.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Dominasi Merek dalam Penjualan Kendaraan

Dari sepuluh model mobil bermesin pembakaran internal terlaris pada tahun 2025, merek hasil usaha patungan menjadi pelopor, dengan Volkswagen mendominasi banyak posisi teratas.

Volkswagen Magotan mencatat penjualan sebanyak 202.000 unit, naik 15,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti oleh Volkswagen Tiguan L dan Toyota RAV4 yang masing-masing terjual sekitar 200.000 unit.

Tren Sejarah dan Perbandingan Penjualan

Mencermati tren penjualan, Nissan Sylphy menjadi model yang membutuhkan perhatian, dengan penurunan dari 538.000 unit pada tahun 2020 menjadi 320.000 unit pada tahun 2025.

Volkswagen Lavida, yang mencapai hampir 500.000 unit pada tahun 2019, hanya terjual 270.000 unit, menandakan penurunan signifikan dalam minat konsumen terhadap kendaraan bermesin bensin.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU