Elon Musk, pendiri SpaceX, telah mengubah fokus pengembangan perusahaannya dari ambisi kolonisasi Mars ke proyek pembangunan kota di Bulan, yang dinilai lebih realistis untuk dicapai dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Dalam pernyataan terbaru di platform X, Musk menekankan bahwa menciptakan 'kota yang dapat tumbuh secara mandiri di Bulan' menjadi prioritas utama bagi perusahaan.
Perpindahan Fokus dari Mars ke Bulan
SpaceX kini memprioritaskan rencana pembangunan kota di Bulan, menganggap proyek tersebut lebih mudah dicapai dibandingkan target kolonisasi di Mars yang sebelumnya diusung.
Dalam unggahannya, Musk menyatakan, "Prioritas utama adalah mengamankan masa depan peradaban dan Bulan bisa dicapai lebih cepat," mengingat waktu perjalanan ke Bulan yang lebih singkat ketimbang perjalanan ke Mars.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Rencana dan Komitmen Masa Depan
Musk menguraikan bahwa misi ke Mars hanya dapat dilakukan ketika jarak antara Bumi dan Mars sejajar setiap 26 bulan, yang menyebabkan waktu perjalanan yang lebih lama.
Meski demikian, Musk menegaskan tetap berkomitmen untuk mengembangkan kota di Mars dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun ke depan, mengubah target yang sebelumnya lebih optimistis.
Dinamika Politik dan Tantangan Program Artemis
Perubahan fokus Musk menarik perhatian di tengah dinamika politik dan kontroversi seputar misi Bulan NASA, yang berencana melakukan pendaratan manusia pada tahun 2028.
Musk, yang sebelumnya vokal mendukung ide kolonisasi Mars, memainkan peran penting dalam pembangunan wahana pendarat Bulan yang tengah dikerjakan oleh SpaceX dalam program Artemis, meskipun pengembangan Starship masih menghadapi beberapa tantangan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: