Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 13:38 WIB

Penyaluran Kredit Terhambat Meski Likuiditas Perbankan Melimpah

Author

Penyaluran Kredit Terhambat Meski Likuiditas Perbankan Melimpah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan bahwa kendala dalam penyaluran dana ke sektor riil tetap ada meskipun likuiditas di perbankan cukup melimpah.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Ia menegaskan bahwa meski kebijakan untuk mendukung likuiditas telah diterapkan, pertumbuhan kredit hingga kini masih jauh dari optimal.

Kondisi Terkini Perbankan Indonesia

Destry Damayanti menambahkan bahwa sepanjang 2025, BI telah menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 125 basis points menjadi 4,75%.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung likuiditas di perbankan, namun transmisi kepada sektor riil masih lambat.

BI juga melaksanakan kebijakan likuiditas makroprudensial senilai Rp 338 triliun untuk menjaga keseimbangan di pasar.

Dalam paparan tersebut, Destry menyatakan, "landing rate kok belum turun, bank ada yang mampet," mencerminkan situasi sulit dalam penyaluran kredit.

Pertumbuhan Kredit yang Melambat

Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan kredit pada 2025 hanya mencapai 9,69% secara tahunan, mengalami pelambatan dibandingkan dengan 10,93% pada 2024.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Namun, Destry tidak memberikan rincian mengenai penyebab pasti dari masalah ini.

Kondisi ini tetap menjadi perhatian bagi pihak pemerintah serta otoritas moneter yang berupaya mencari solusi untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Berbagai faktor yang mempengaruhi situasi ini akan terus dipantau untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.

Langkah Strategis untuk Mengatasi Hambatan

Dalam menghadapi permasalahan ini, pemerintah dan otoritas moneter telah membentuk tim debottlenecking yang bertugas mengatasi berbagai hambatan yang terdapat dalam sektor bisnis.

Tim ini termasuk dalam upaya percepatan program strategis pemerintah (P2SP).

Destry menegaskan, "Ini satu masukkan tim debottlenecking di keuangan. Karena bank likuiditas punya," menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran kredit ke sektor riil dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU