Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 11:50 WIB

Keir Starmer Berkomitmen Tidak Mundur Meski Ditinggal Pejabat Kunci di Tengah Krisis

Author

Keir Starmer Berkomitmen Tidak Mundur Meski Ditinggal Pejabat Kunci di Tengah Krisis

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa ia akan tetap menjabat meskipun kepala staf dan juru bicaranya mengundurkan diri dalam situasi yang membingungkan ini.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam pernyataan resmi di parlemen, Starmer menyatakan bahwa ia telah berjuang melawan berbagai tantangan untuk melakukan perubahan positif di negaranya.

Krisis Kepercayaan dan Mundurnya Pejabat Kunci

Keir Starmer menghadapi kritik yang tajam setelah terungkapnya hubungan Peter Mandelson, mantan menteri, dengan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Kontroversi ini akhirnya menyebabkan pengunduran diri kepala stafnya, Morgan McSweeney, dan direktur komunikasi, Tim Allan.

Mandelson, seorang anggota Partai Buruh, telah mengundurkan diri dari House of Lords dan partai setelah skandal ini mencemari reputasi Partai Buruh yang saat ini berkuasa di Inggris.

Morgan McSweeney, dalam pernyataannya, mengakui bahwa menunjuk Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat adalah 'salah'. Tim Allan juga mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya bertujuan agar pemerintahan dapat membangun tim yang baru dan lebih kuat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Pernyataan Tegas Starmer di Parlemen

Dalam sesi di parlemen, Keir Starmer dengan tegas menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan dalam jabatan, menyebutkan perjuangannya yang tak kenal lelah untuk membawa perubahan di negara ini. Ia menunjukkan keengganannya untuk menyerah di tengah kritik tajam yang diterimanya.

'Saya selalu menghadapi para pengkritik di setiap langkah, bahkan sampai hari ini. Para pengkritik yang sama sekali tidak menginginkan pemerintahan Partai Buruh,' ungkapnya, seperti yang dikutip dari The Guardian.

Starmer menambahkan, 'Saya tidak siap untuk meninggalkan mandat dan tanggung jawab saya kepada negara, atau untuk menjerumuskan kita ke dalam kekacauan, seperti yang telah dilakukan orang lain.'

Dukungan dan Harapan di Tengah Kontroversi

Di tengah situasi krisis pemerintahan, Anas Sarwar, pemimpin Partai Buruh Skotlandia, mendesak Starmer untuk mundur, menilai kebijakan Starmer telah merusak dukungan publik di Skotlandia. Namun, meskipun kritik tersebut, pesan dukungan untuk Starmer mulai muncul dari berbagai tokoh dan pejabat.

Setelah pidato Starmer di parlemen, jajak pendapat menunjukkan adanya perubahan dalam mood di antara anggota parlemen, dengan semakin optimisnya visi untuk melanjutkan pemerintahan di bawah kepemimpinannya.

Banyak tokoh partai mulai kembali menyuarakan dukungan mereka untuk pemerintahan Starmer, sebagaimana dilansir oleh laporan media esensial.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU