Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan pentingnya dialog dengan China setelah ketegangan yang muncul akibat komentarnya terkait Taiwan pada bulan November lalu.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Dalam pernyataannya, Takaichi tidak hanya mengedepankan komunikasi, tetapi juga memperkuat komitmen Jepang terhadap pertahanan nasional.
Dialog dengan China
Takaichi menyatakan, "Negara kita terbuka untuk berbagai dialog dengan China," mengedepankan pentingnya komunikasi untuk menyelesaikan perbedaan pandangan yang ada.
Ia juga menyebutkan bahwa setelah meraih kemenangan dalam pemilu, Jepang akan terus menjalin pertukaran pandangan yang harmonis dengan China.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Komitmen terhadap Kedaulatan Nasional
Dalam pernyataannya, Takaichi menegaskan, "Kami akan dengan teguh melindungi perdamaian dan kemerdekaan bangsa kami, wilayah kami, perairan teritorial, dan wilayah udara," menandakan sikap tegas Jepang terhadap kedaulatan.
Pernyataan ini mencerminkan tekad Jepang untuk tidak bergantung pada bantuan eksternal dalam menjaga keamanan nasional secara mandiri.
Hubungan Diplomatik dengan Amerika Serikat
Takaichi juga mengungkapkan rencana bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memperkuat "persatuan yang tak tergoyahkan" antara kedua negara.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada bulan depan, yang diharapkan dapat memajukan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk diplomasi, ekonomi, dan keamanan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: