Pada 3 Februari 2026, otoritas kesehatan Bangladesh mengonfirmasi satu kasus kematian yang disebabkan oleh infeksi virus Nipah di Distrik Naogaon, Divisi Rajshahi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Korban, seorang perempuan berusia 45 tahun, meninggal setelah mengalami serangkaian gejala yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi nira kurma mentah.
Kronologi Kejadian Virus Nipah
Kasus ini bermula antara 5 hingga 20 Januari 2026, saat korban mengonsumsi getah/nira kurma mentah, yang diduga menjadi sumber infeksi.
Gejala pertama kali muncul pada 21 Januari, di mana korban mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot, yang kemudian memburuk dengan munculnya gejala lain seperti anoreksia dan kejang.
Pada 27 Januari 2026, korban dilarikan ke klinik lokal setelah kondisinya semakin parah dan tidak sadarkan diri.
Setelah dirujuk ke RS Rajshahi pada 28 Januari, sayangnya, korban dinyatakan meninggal pada hari yang sama, sebelum hasil lab keluar yang mengonfirmasi infeksi virus Nipah.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Langkah-Langkah Oleh Otoritas Kesehatan
Menanggapi insiden tersebut, otoritas kesehatan segera melakukan pelacakan kontak terhadap 35 individu yang berinteraksi dekat dengan korban.
Di antara mereka, tiga orang serumah dan 14 orang dari komunitas serta 18 orang di rumah sakit teridentifikasi, di mana enam di antaranya menunjukkan gejala.
Walaupun menunjukkan gejala, hasil pemeriksaan laboratorium untuk semua kontak yang bergejala menunjukkan hasil negatif terhadap virus Nipah.
Otoritas kesehatan menghimbau seluruh kontak erat untuk melakukan isolasi mandiri selama 28 hari dan menjalani pemantauan selama dua bulan ke depan.
Status Virus Nipah di Bangladesh
Infeksi virus Nipah di Bangladesh bukanlah fenomena baru, sebelumnya telah terjadi beberapa kasus di Divisi Rajshahi, dengan kasus terakhir dilaporkan pada September 2025.
Penyebaran virus ini sering berkaitan dengan produk makanan yang terkontaminasi, sehingga kesadaran masyarakat tentang konsumsi makanan dan minuman yang aman sangat penting.
Otoritas kesehatan terus berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya virus Nipah dan tindakan pencegahan yang diperlukan, termasuk menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: