Kebanyakan individu mengalami peningkatan nafsu makan saat merasakan stres, sebuah fenomena yang memiliki berbagai penjelasan ilmiah yang menarik untuk dianalisis.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Hal ini bukan hanya sebagai pelarian dari masalah, tetapi juga dipicu oleh reaksi tubuh terhadap stres yang meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makanan tertentu.
Pengaruh Stres terhadap Tubuh
Stres menyebabkan berbagai reaksi fisiologis dalam tubuh, salah satunya adalah perubahan hormon yang signifikan. Ketika seseorang mengalami tekanan, tubuh akan memproduksi kortisol, hormon yang berfungsi dalam meningkatkan rasa lapar.
Kortisol memiliki peran vital dalam mengatur metabolisme glukosa dan lemak. Kadar kortisol yang meningkat sering kali berkontribusi pada keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti makanan manis serta berlemak.
Stres juga memicu respons 'bertarung atau melarikan diri', yang membuat tubuh mencari sumber energi cepat melalui konsumsi makanan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Kaitannya dengan Emosi
Banyak individu menganggap makanan sebagai 'comfort food' yang memberikan rasa nyaman di tengah tekanan emosional. Pelepasan dopamin, neurotransmitter yang berfungsi meningkatkan perasaan bahagia saat mengonsumsi makanan lezat, menambah efek positif terhadap suasana hati.
Saat merasa cemas atau tertekan, orang cenderung mencari kenyamanan dalam makanan, yang menciptakan siklus di mana peningkatan stres mengarah pada kebiasaan makan berlebihan, dan berakhir dengan rasa bersalah yang dapat meningkatkan stres lebih lanjut.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara stres, emosi negatif, dan pola makan yang buruk. Banyak orang tidak menyadari pola ini, dan sering kali mengikuti impuls untuk mencari makanan sebagai pelarian.
Mengatasi Pola Makan yang Tidak Sehat
Salah satu cara efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mencari alternatif untuk manajemen stres, seperti berolahraga atau menggeluti hobi. Aktivitas fisik memiliki kemampuan menurunkan kadar kortisol serta memperbaiki suasana hati.
Kesadaran diri memainkan peran penting dalam mengatasi pola makan yang tidak sehat. Mengidentifikasi penyebab stres dan mencari metode konstruktif untuk menghadapinya dapat membantu memutus siklus craving yang dipicu oleh stres.
Mempelajari teknik mindfulness serta manajemen stres juga dapat menjadi alat yang bermanfaat. Dengan pendekatan ini, individu bisa membuat pilihan yang lebih sehat dalam pola makan ketika menghadapi situasi yang menekan.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: