Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, peran pers sebagai penyedia informasi berkualitas ditekankan oleh pemerintah.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya integritas pers dalam menjamin keselamatan masyarakat.
Pesan Utama untuk Dunia Pers
Dalam acara puncak HPN 2026, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menekankan bahwa fungsi pers harus lebih dari sekadar penyampaian berita.
Dia menyatakan, "Pers harus menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat, kritis dan produktif," menegaskan pentingnya peran pers dalam membentuk opini publik yang berinformasi.
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan pentingnya menjaga norma dan etika di era digital untuk memastikan berita yang disampaikan bertanggung jawab dan berintegritas.
Dia juga mengingatkan, "Ketiga, pers yang melindungi bukan melukai, dengan menjaga kerahasiaan data pribadi," menunjukkan besarnya tanggung jawab media saat ini.
Kualitas Informasi di Era Digital
Cak Imin menyampaikan pandangannya mengenai pasar digital Indonesia, yang saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Dengan sekitar 80 persen dari masyarakat terhubung ke internet, dia mencatat penggunaan media sosial rata-rata mencapai tiga jam per hari.
Dia memperingatkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat tapi juga yang akurat dan berdasarkan verifikasi objektif dari institusi pers.
Cak Imin menegaskan, "Banjir informasi, terutama konten yang tidak berkualitas dapat menurunkan daya nalar masyarakat, yang dengan istilah Jawa Timur, 'otak bosok'."
Mendukung Keberlanjutan Pers
Cak Imin juga mengakui kebutuhan akan pers yang bermartabat, objektif, dan beretika untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik.
Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa perusahaan media terlibat aktif dalam rantai ekonomi untuk dapat bertahan di tengah tantangan disrupsi media.
Sebagai penegasan, dia mengatakan, "Bangsa ini membutuhkan pers yang sehat dan bermartabat, bukan hanya kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga tentang keberlanjutan ekosistemnya."
Pernyataannya menunjukkan perlunya keadilan ekonomi bagi media untuk memastikan konsistensi etika dan kepercayaan publik.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: