Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menyelidiki dugaan kebocoran data yang terjadi selama proses rekrutmen tenaga kerja baru mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Wakil Menteri Nezar Patria memastikan bahwa investigasi internal telah dimulai untuk mengidentifikasi kelemahan dalam prosedur yang digunakan.
Dugaan Kebocoran dan Prosedur Rekrutmen
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa rekrutmen tidak sepatutnya dilakukan melalui platform Google Drive. 'Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi),' ucapnya.
Dugaan kebocoran ini kini sedang didiskusikan dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Mereka tengah melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa prosedur penerimaan tenaga kerja telah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Nezar juga memastikan bahwa tautan yang berisi data pelamar telah ditutup. Proses rekrutmen saat ini telah dialihkan ke platform yang lebih aman, 'Kita ketahui kecerobohan itu terjadi dalam waktu yang singkat, lalu langsung ditutup dan diganti ke kanal yang lain dengan menggunakan platform yang lebih aman,' pungkasnya.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Proses Pengumpulan Data yang Berisiko
Sebelum kebocoran ini terungkap, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital membuka lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), menawarkan sembilan posisi. Namun, pelamar diminta untuk mengunggah dokumen pribadi seperti CV, fotokopi ijazah, dan KTP melalui tautan yang tidak aman.
Tautan tersebut mengarahkan kepada penyimpanan komputasi awan dengan pengaturan akses terbuka, yang mengakibatkan berkas pelamar dapat diakses oleh siapa saja tanpa perlindungan keamanan yang memadai.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen, mengingat pentingnya menjaga kerahasiaan informasi bagi setiap pelamar.
Evaluasi Internal dan Upaya Perbaikan
Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail mengungkapkan bahwa evaluasi internal masih dilaksanakan. 'Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan,' katanya.
Ismail menekankan bahwa masalah terkait keamanan data pribadi pelamar akan menjadi perhatian utama dalam proses perbaikan yang sedang dijalankan. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kebocoran data di masa mendatang.
Kemkomdigi menyadari pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi para pelamar. Melalui evaluasi dan perubahan prosedur, mereka ingin memastikan keamanan yang lebih baik di setiap tahap rekrutmen.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: