Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:15 WIB

Email Terungkap Antara Elon Musk dan Jeffrey Epstein: Isu Keterkaitan yang Mengemuka

Author

Email Terungkap Antara Elon Musk dan Jeffrey Epstein: Isu Keterkaitan yang Mengemuka

Dokumen terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengungkapkan percakapan email lengkap antara Elon Musk dan Jeffrey Epstein dalam rentang waktu 2012 hingga 2013.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Isu ini kembali mengundang perhatian media internasional, termasuk The Guardian, mengingat kontras reputasi antara kedua tokoh tersebut dalam konteks diskusi yang muncul.

Pertukaran Email Antara Musk dan Epstein

Dalam dokumen yang dirilis, salah satu email yang dikirim Musk pada 13 Desember 2013 menanyakan, "Saya akan berada di area BVI/St. Bart's selama liburan. Apakah ada waktu yang tepat untuk berkunjung?".

Epstein memberi respon, "Kapan saja tanggal 1-8. Sesuaikan saja jika Anda mau. Selalu ada tempat untuk Anda." Meskipun kedua pihak telah sepakat untuk bertemu pada tanggal 2 Januari, rencana tersebut batal karena jadwal Epstein yang harus berada di New York.

Selanjutnya, Musk menyampaikan korespondensi mengenai jumlah tamu yang akan ikut ke pulau, menjawab pertanyaan Epstein dengan, "Mungkin hanya Talulah dan saya. Hari/malam apa yang akan menjadi pesta paling meriah di pulau Anda?".

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Dinamika Relasi dalam Email

Dalam email tertanggal 25 Desember, Musk mengungkapkan keinginannya untuk berpesta setelah Natal dengan mengatakan, "Undangannya sangat dihargai, tetapi pengalaman pulau yang damai bukanlah yang saya cari.".

Epstein merespons bahwa rasio di pulau mungkin membuat Talulah tidak nyaman, namun Musk menjawab, "Rasio bukanlah masalah bagi Talulah.".

Namun, pada 2 Januari 2013, Musk menyatakan kepada Epstein bahwa rencana kunjungannya tidak dapat dilaksanakan dengan pernyataan, "Logistik tidak akan berjalan lancar kali ini.".

Tanggapan Elon Musk Terhadap Kutukan Epstein

Musk pernah menyampaikan dalam wawancara dengan Vanity Fair pada tahun 2019 bahwa Epstein "jelas seorang yang menjijikkan," seraya menegaskan bahwa ia menolak undangan untuk mengunjungi pulau tersebut.

Dalam pernyataan terbaru di platform media sosial X, Musk menyerukan keadilan bagi para korban Epstein dan menuntut pertanggungjawaban bagi mereka yang terlibat dalam perdagangan seks, meskipun tidak menyebut nama-nama tertentu.

Ia menambahkan, "Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein dan telah berkali-kali menyerukan penuntutan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan bersama Epstein.".

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU