Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 13:28 WIB

Pemerintah DKI Jakarta Rencanakan Pemasangan Pompa Stasioner untuk Mitigasi Banjir di Daan Mogot

Author

Pemerintah DKI Jakarta Rencanakan Pemasangan Pompa Stasioner untuk Mitigasi Banjir di Daan Mogot

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana untuk memasang tiga pompa stasioner di Daan Mogot, Cengkareng, dalam rangka mengatasi permasalahan banjir yang terus berlanjut di kawasan tersebut.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka pendek untuk merespons kondisi banjir yang sering terjadi meskipun curah hujan tidak tinggi.

Penyebab dan Dampak Banjir di Daan Mogot

Daan Mogot Km 13 di Cengkareng dikenal sebagai salah satu wilayah di Jakarta Barat yang paling rentan terhadap banjir. Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa lokasi ini selalu terendam air akibat posisinya yang lebih rendah dibandingkan permukaan sungai Mookervart.

Kondisi geografis ini membuat Daan Mogot rentan terhadap genangan air, bahkan saat curah hujan tidak signifikan. “Jadi diapakan saja kalau kemudian hujan, curah hujan enggak perlu sampai 200, 100 saja tempat ini pasti sudah banjir,” tambahnya.

Dampak dari banjir di area ini sangat luas, mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang cepat dan efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Rencana Pemasangan Pompa Stasioner

Sebagai langkah awal dalam penanganan banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan pemasangan tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya pompa ini untuk meningkatkan kapasitas penanganan air yang selama ini masih tergolong rendah.

Pompa stasioner yang akan dipasang memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pompa mobile yang digunakan sebelumnya. “Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik dan itupun mobile. Sekarang dengan pompa stasioner yang tetap akan ada di sini kapasitasnya menjadi tujuh kali kurang lebih 7.000 liter per detik,” ucap Pramono.

Pemasangan pompa ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka pendek yang efektif, sekaligus mengurangi dampak banjir di kawasan Daan Mogot.

Harapan dan Tindak Lanjut

Gubernur Pramono Anung berharap bahwa dengan adanya pompa stasioner ini, masalah banjir di Daan Mogot dapat segera teratasi. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap tantangan yang lama mengganggu kesehatan masyarakat dan perekonomian lokal.

Rencana pemasangan pompa ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi untuk menanggulangi masalah banjir yang telah lama mengganggu berbagai aktivitas di Jakarta. Implementasi pompa stasioner yang lebih canggih diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk permasalahan banjir di wilayah ini.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menanggulangi masalah sosial terkait infrastruktur dan pelayanan publik di Jakarta.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU