Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 22:20 WIB

Evakuasi Korban Longsor di Bandung Barat: Tim SAR Terus Berupaya di Hari Kesepuluh

Author

Evakuasi Korban Longsor di Bandung Barat: Tim SAR Terus Berupaya di Hari Kesepuluh

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan evakuasi tujuh kantung jenazah pada hari ke-10 pencarian.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Total kantung jenazah yang berhasil dievakuasi hingga kini mencapai 83, melibatkan 3.675 personel dengan dukungan 17 unit excavator dan 22 ekor anjing pelacak.

Detail Operasi Pencarian

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel. 'Memasuki hari ke-10, kegiatan pencarian dan evakuasi terus dilaksanakan dengan fokus utama keselamatan personel,' ujarnya.

Dalam pencarian ini, tim berhasil menemukan tujuh bodypack yang terletak di beberapa titik berbeda. Temuan ini menunjukkan efektivitas strategi pencarian yang diterapkan di seluruh area.

Ade juga menyampaikan bahwa terdapat satu korban yang ditemukan dalam lebih dari satu bodypack, walaupun memiliki identitas tunggal. 'Jumlah bodypack yang ditemukan memang melebihi daftar pencarian,' katanya.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Identifikasi Korban

Hingga pukul 16.20 WIB pada 2 Februari 2026, proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) telah dilakukan terhadap 63 bodypack. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah teridentifikasi.

Dari korban yang teridentifikasi, 45 orang sesuai dengan daftar pencarian 80 korban yang dilaporkan warga. Sementara itu, terdapat 14 korban yang tidak tercantum dalam daftar pencarian, diduga berasal dari anggota Marinir.

Dua korban lainnya ditemukan adalah warga luar daerah yang sedang menginap di rumah kerabat. 'Dengan kondisi ini, masih terdapat 35 korban yang belum dipastikan identitasnya,' jelas Ade.

Proses Evakuasi dan Keselamatan

Tim SAR gabungan tetap menerapkan kehati-hatian selama proses evakuasi, mengingat medan yang labil dan potensi hujan. Prosedur penanganan jenazah diperketat untuk menghindari risiko kesehatan.

Ade menegaskan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi wajib bagi seluruh petugas. 'Seluruh petugas wajib menggunakan hazmat, masker, dan sarung tangan panjang,' imbuhnya.

Sebelum menjalankan tugas, petugas juga diwajibkan untuk menerima vaksin tetanus, sebagai langkah pencegahan lebih lanjut terkait dengan kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU