Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengundang Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk menghadiri Puncak Peringatan Harlah ke-100 NU. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu, 31 Januari 2026.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa undangan telah disebarkan kepada Presiden dan seluruh menteri kabinet, mengindikasikan antusiasme dan persiapan yang matang untuk perayaan yang monumental ini.
Persiapan Acara Harlah ke-100 NU
Acara Harlah ke-100 NU direncanakan menjadi momen penting yang menarik perhatian masyarakat luas. Dalam sebuah konferensi pers di Gedung PBNU, Ketua PBNU menjelaskan, 'Kami sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan-pimpinan badan serta lembaga.'
Yahya Cholil Staquf menambahkan bahwa persiapan untuk acara tersebut telah dilakukan secara menyeluruh dan matang agar dapat menyajikan perayaan yang berkesan. Acara ini diharapkan menjadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka memperkuat budaya dan peradaban.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Partisipasi dan Kehadiran yang Diharapkan
Yahya menyatakan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi kehadiran dari berbagai pihak yang diundang, mencerminkan keseriusan acara tersebut. 'Alhamdulillah persiapan sudah lengkap,' ungkap Yahya, menunjukkan keyakinan PBNU akan partisipasi aktif dari semua elemen.
Kehadiran jajaran PBNU dan pimpinan dari berbagai lembaga dan badan otonom adalah tanda solidaritas dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai yang dianut organisasi ini.
Tema dan Makna di Balik Harlah ke-100
Tema Puncak Harlah ke-100 NU, 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia', mencerminkan aspirasi PBNU dalam berkontribusi pada masyarakat dan peradaban. Yahya menjelaskan, 'Bahwa, visi proklamasi ini adalah visi untuk peradaban dunia.'
Pembacaan tema tersebut menunjukkan bahwa NU tidak hanya berfokus pada kepentingan bangsa, tetapi juga mengacar kepada peradaban global. Ini mencerminkan peran NU dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan untuk semua umat manusia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: