Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 11:00 WIB

IHSG Mengalami Penurunan Tajam di Awal Februari 2026

Author

IHSG Mengalami Penurunan Tajam di Awal Februari 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan mencapai 4,35% pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, tercatat berada di level 7.969,03 hingga pukul 09:30 WIB.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Sebanyak 630 saham terpantau mengalami penurunan nilai, sementara 78 saham menunjukkan kenaikan, dengan volume perdagangan mencapai 16,46 miliar saham.

Situasi Terkini IHSG

IHSG dibuka pada level 8.306,16 sebelum mengalami penurunan drastis sebanyak 287 poin dalam waktu singkat, menunjukkan adanya tekanan pasar yang tajam.

Penurunan ini dipicu oleh aksi koreksi pada emiten tambang serta perdagangan emas, menyusul anjloknya harga acuan global pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Faktor Penyebab Pelemahan

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa keuangan Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik eksternal maupun domestik yang saling terkait.

Salah satu faktor utama adalah terjadinya partial shutdown pemerintah Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap sentimen investor global serta dinamika di pasar keuangan domestik.

Dampak Data Ekonomi yang Akan Dirilis

Hari ini, S&P Global dijadwalkan untuk merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur untuk bulan Januari 2026.

Meskipun aktivitas manufaktur Indonesia telah menunjukkan fase ekspansi selama lima bulan terakhir, kondisi pasar tetap rentan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan mengumumkan data inflasi Januari dan neraca dagang untuk Desember 2025, yang diperkirakan akan memiliki dampak lebih lanjut terhadap IHSG.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU