Padel kini semakin menjadi pilihan olahraga di Indonesia, berkat sifatnya yang inklusif dan dapat dinikmati oleh berbagai usia. Kombinasi elemennya yang mirip dengan tenis dan squash menjadikan olahraga ini unik dan menarik perhatian banyak kalangan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Lapangan padel yang lebih kecil dengan dinding sebagai bagian dari permainan menawarkan cara bermain yang berbeda. Komunitas padel di Indonesia pun mulai berkembang pesat, menunjukkan minat yang tinggi terhadap olahraga ini.
Sejarah Singkat Padel
Padel diciptakan pertama kali di Meksiko pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera. Ia mengadopsi konsep tenis ke dalam format yang lebih kecil dan menambahkan dinding, menciptakan olahraga yang memiliki karakteristik unik.
Sejak peluncurannya, padel telah mengalami perkembangan pesat dan menjadi salah satu olahraga paling populer di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Popularitasnya semakin menyebar, termasuk ke negara-negara lain, misalnya Indonesia.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Mekanisme Permainan Padel
Lapangan padel memiliki ukuran sepertiga dari lapangan tenis dengan dinding yang berfungsi sebagai bagian integral permainan. Para pemain dapat memanfaatkan dinding tersebut untuk memantulkan bola, memberikan strategi tambahan saat bermain.
Pertandingan padel dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari dua orang, menggunakan raket berlubang yang berbeda dari raket tenis. Metode servis pada padel juga lebih sederhana, sehingga lebih mudah dipahami oleh pemula.
Mengapa Padel Menjadi Populer
Salah satu faktor yang menyebabkan lonjakan popularitas padel adalah sifatnya yang inklusif. Olahraga ini dapat dimainkan oleh orang dari berbagai usia dan tingkat keahlian, menjadikannya pilihan ideal untuk bersosialisasi dan berolahraga.
Suasana sosial yang menyenangkan juga menjadi nilai tambah dari padel. Banyak klub yang menyediakan fasilitas lengkap, memungkinkan para pemain untuk tidak hanya berolahraga, tetapi juga bersosialisasi dengan teman maupun keluarga.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: