Aplikasi Tokopedia sedang dalam proses penggantian oleh TikTok Shop, sebuah platform e-commerce yang akan beroperasi secara terpisah dari aplikasi TikTok itu sendiri.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Rencana ini diinformasikan oleh beberapa narasumber yang menyebutkan bahwa keputusan tersebut telah disampaikan kepada tim teknologi di Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia.
Konfirmasi Rencana Penutupan
Informasi mengenai penutupan aplikasi Tokopedia diperoleh dari akun Instagram @ecommurz, yang melaporkan hal ini berdasarkan keterangan dari empat narasumber yang akrab dengan situasi tersebut.
Sebagai tambahan, sebuah narasumber dari CNBC Indonesia juga mengonfirmasi isu ini, menambah kepastian mengenai tujuan dan langkah yang diambil oleh perusahaan.
Juru bicara TikTok memberikan tanggapan terhadap isu ini dengan menyatakan, 'Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan.'
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dampak Pengalihan Kepemimpinan
Kabar mengenai penutupan aplikasi Tokopedia muncul di tengah penggantian Melissa Siska Juminto, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO, menjadi komisaris perusahaan.
Melissa telah berperan penting dalam memimpin Tokopedia sejak penyatuan dengan GoTo, yang kali ini terkena perubahan signifikan dalam struktur manajemen.
GoTo sebelumnya menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, induk perusahaan TikTok, pada Januari 2024. Sejak saat itu, dilaporkan sekitar 420 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2025.
Insentif dan Pengaruh Pasar
Kebijakan insentif yang diterapkan oleh TikTok menunjukkan adanya subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang yang berasal dari China untuk berjualan di TikTok Shop.
Namun, pedagang lokal Indonesia tidak mendapatkan insentif yang serupa, yang berpotensi mempengaruhi daya saing mereka di platform baru ini.
Menurut laporan dari Sensor Tower, saat ini Tokopedia berada pada posisi ketiga dalam hal jumlah unduhan di Indonesia, sementara TikTok menjadi aplikasi dengan unduhan terbanyak di negara tersebut.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: