Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, baru-baru ini menghadapi sejumlah kritik menyusul keputusannya untuk bergabung dengan klub Persija Jakarta dari Buriram United, klub yang berbasis di Thailand.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Shayne menyampaikan bahwa ia melihat langkah tersebut sebagai salah satu cara untuk mendukung perkembangan sepak bola nasional meskipun banyak yang mempertanyakan keputusannya.
Kritik yang Dihadapi Shayne Pattynama
Sebagai pemain berusia 27 tahun, Shayne Pattynama mendapatkan berbagai argumentasi yang menuduhnya menurunkan level karier dengan bermain di Liga Indonesia. Menghadapi berbagai opini negatif, Shayne memilih untuk tidak terganggu dan menekankan relevansi dukungan bagi perkembangan sepak bola dalam negeri.
"Ya, bagi saya, tentu saja orang selalu mengkritik. Dan saya mengerti bahwa orang-orang, orang-orang ingin kami para pemain bermain di liga terbaik yang mungkin," jelas Shayne saat di wawancarai.
Shayne menegaskan bahwa kritik terhadap liga domestik sering kali tidak mencerminkan kenyataan. "Jadi kita memiliki liga yang lebih baik. Kita mendapatkan Tim Nasional yang lebih baik," tambahnya.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Perkembangan Sepak Bola Nasional
Shayne percaya bahwa sepak bola Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan dan menyatakan bahwa PSSI serta berbagai pihak lainnya sedang berupaya meningkatkan kualitas liga. Dia menganggap skeptisisme yang ada terhadap liga Indonesia sebagai hal yang disayangkan.
"Saya merasa mereka meremehkan Indonesia dan itu tidak baik," ucap Shayne mengekspresikan pandangannya mengenai persepsi publik.
Sebagai mantan pemain Eropa, Shayne menganggap bahwa meremehkan liga lokal sama dengan merendahkan prestasi bangsa. "Dan saya merasa ketika orang-orang berbicara seperti 'Oh, ini tidak bagus, ini tidak bagus,' itu berarti Anda meremehkan negara Anda sendiri," tambahnya.
Kritik terhadap Pemain Diaspora
Kritikan terhadap pemain diaspora yang berkontribusi di Liga Indonesia semakin meningkat, dengan beberapa pemain lain seperti Thom Haye dan Jordi Amat juga mengalami situasi serupa. Shayne menjelaskan bahwa kualitas dan pengalaman yang dibawa para pemain asing sangat penting bagi Tim Nasional.
"Jadi saya pikir apa yang ingin saya bawa ke Tim Nasional atau ke kompetisi adalah, Anda tahu, kualitas, pengalaman," ucap Shayne menggarisbawahi kecakapan yang ingin dibawa.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemain domestik dan diaspora menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama di sepak bola Indonesia. "Kita perlu saling membantu untuk berkembang," pungkasnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: