Kamis, 29 JANUARI 2026 • 16:23 WIB

Risiko Bencana Ekologis di Pulau Jawa dan Kalimantan: Tinjauan Walhi Terhadap Kebijakan Pembangunan

Author

Risiko Bencana Ekologis di Pulau Jawa dan Kalimantan: Tinjauan Walhi Terhadap Kebijakan Pembangunan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa bencana ekologis yang baru-baru ini melanda Sumatra tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi indikasi potensi risiko di pulau-pulau lain, terutama Jawa dan Kalimantan.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Pelemahan tata kelola sumber daya alam yang tidak berkelanjutan berpotensi mengancam keselamatan lingkungan, seiring dengan pola pembangunan yang ada saat ini.

Pola Pembangunan yang Bermasalah

Dalam acara perilisan Tinjauan Lingkungan Hidup Walhi 2026, Wahyu Eka Setyawan, Pengkampanye Urban Berkeadilan Eksekutif Nasional Walhi, menjelaskan bahwa bencana lingkungan seperti banjir dan longsor di Aceh merupakan bukti nyata konsekuensi dari tata kelola sumber daya alam yang buruk.

Dia menekankan bahwa kebijakan pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan dampak lingkungan membawa risiko yang lebih besar.

Contoh spesifik dapat dilihat pada banjir rob yang sering melanda pesisir utara Jawa, termasuk Jakarta, menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap isu lingkungan.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah lain seperti Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, menegaskan bahwa ancaman bencana ekologis saat ini menyasar seluruh kepulauan Indonesia.

Dampak Kebijakan Pembangunan

Wahyu mengidentifikasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebagai salah satu akar masalah yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dokumen perencanaan pembangunan, seperti RPJMN, cenderung mengabaikan aspek perlindungan lingkungan dalam mengejar pertumbuhan tersebut.

Ia menyatakan, 'Kebijakan yang memungkinkan izin pembukaan lahan di hutan dan ekosistem penting memperparah kerusakan lingkungan' dan mengancam ruang hidup masyarakat.

Di tingkat daerah, hilangnya kewenangan dalam pengaturan tata ruang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengatasi kondisi kritis saat bencana terjadi.

Ancaman Berkelanjutan di Pulau-Pulau Strategis

Walhi memprediksi bahwa Pulau Jawa akan menjadi pusat megapolitan dengan minat investasi yang tinggi, meski disertai risiko kerusakan lingkungan yang signifikan.

Di lain pihak, Kalimantan sedang dipersiapkan sebagai kawasan ekonomi baru melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sambil itu, Sulawesi juga diproyeksikan menjadi pusat energi hijau, berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan.

Wahyu mengingatkan bahwa masyarakat akan merasakan dampak serius dari kebijakan ini sejak 2024-2025, dengan bencana ekologis menjadi tantangan yang mendesak.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU