Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:24 WIB

Peralihan Kekuasaan di Gaza: Hamas Serahkan Tugas kepada Komite Palestina

Author

Peralihan Kekuasaan di Gaza: Hamas Serahkan Tugas kepada Komite Palestina

Kelompok Hamas mengumumkan kesiapan untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG), langkah yang dianggap penting dalam upaya mendamaikan situasi di kawasan tersebut.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Pernyataan ini disertai dengan tuntutan agar perlintasan perbatasan Rafah segera dibuka sepenuhnya, membuka kembali akses vital bagi penduduk Gaza.

Tanggung Jawab Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG)

NCAG, yang terdiri dari 15 anggota, dibentuk berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian ini mulai berlaku pada 10 Oktober untuk menciptakan stabilitas pasca-konflik di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa protokol untuk penyerahan pemerintahan telah disiapkan dengan lengkap. Ia menekankan pentingnya komite ini dalam mengawasi transfer kekuasaan yang komprehensif di segenap sektor Gaza.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Peran Strategis NCAG dalam Pemerintahan Gaza

NCAG akan bertanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan sehari-hari Gaza, yang telah mengalami dampak signifikan akibat konflik selama bertahun-tahun. Pengoperasiannya akan berada di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS, Donald Trump.

Ali Shaath, mantan wakil menteri Otoritas Palestina, ditunjuk sebagai pemimpin NCAG. Keberadaannya diharapkan membawa stabilitas dan keteraturan dalam pemerintahan Gaza yang sering menghadapi tantangan berat.

Pembukaan Perlintasan Rafah sebagai Isu Utama

Salah satu isu krusial dalam transisi ini adalah pembukaan perlintasan Rafah, gerbang utama Gaza ke dunia luar yang tidak terhubung dengan Israel. Hazem Qassem menegaskan bahwa perlintasan ini perlu dibuka tanpa hambatan dari semua pihak, termasuk Israel.

Penutupan perlintasan Rafah yang berkepanjangan sejak Mei 2024 telah berujung pada banyak upaya gagal untuk membukanya. Baru-baru ini, Ali Shaath mengumumkan bahwa penyeberangan akan segera dibuka, harapan bagi akses yang lebih terbuka dan bebas.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU