Rabu, 28 JANUARI 2026 • 14:43 WIB

Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca Menghadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Author

Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca Menghadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengindikasikan kemungkinan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terkait dengan prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Prediksi tersebut menunjukkan potensi cuaca ekstrem akan berlanjut hingga 1 Februari mendatang, sehingga Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau kondisi cuaca sebelum membuat keputusan lebih lanjut.

Prediksi Cuaca dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa cuaca ekstrem di DKI Jakarta akan berlanjut hingga awal Februari. Analisis BMKG menunjukkan bahwa tingginya curah hujan merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga dan infrastruktur.

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa, "Hasil BMKG memang ada kemungkinan sampai tanggal 1 Februari cuacanya masih perlu dilakukan OMC." Hal ini menunjukkan keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam menyiapkan langkah antisipatif menghadapi cuaca buruk.

Anggaran untuk OMC telah dialokasikan, sehingga ketika situasi memerlukan, pihak gubernur siap untuk melanjutkan operasi ini. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana yang diakibatkan oleh hujan lebat.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Tujuan Operasi Modifikasi Cuaca

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bertujuan untuk mencegah dampak negatif dari curah hujan tinggi, seperti risiko banjir. Gubernur Pramono menekankan, "Yang paling penting jangan sampai curah hujan tinggi ini kembali menimbulkan banjir yang besar."

Banjir yang sering menggenangi Jakarta dapat menyebabkan kerugian besar, baik terhadap masyarakat maupun infrastruktur. Oleh karena itu, OMC menjadi salah satu langkah krusial dalam pengendalian banjir di daerah metropolitan seperti Jakarta.

Langkah-langkah antisipatif ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat dari potensi kerusakan yang lebih parah.

Kolaborasi dengan Wilayah Sekitar

Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan daerah perbatasan untuk mengurangi risiko banjir kiriman. Gubernur Pramono menjelaskan, "Kami juga melakukan di wilayah perbatasan, karena curah hujan tinggi juga berpotensi terjadi di Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi."

Koordinasi ini sangat penting agar tindakan yang diambil di Jakarta tidak sia-sia ketika daerah penyangga mengalami curah hujan tinggi. Sinergi lintas daerah menjadi kunci dalam upaya pengendalian banjir secara efektif.

Dengan pendekatan terpadu, Pemprov DKI bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dalam mengelola potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU