Rabu, 28 JANUARI 2026 • 13:36 WIB

Kasus Pencurian Pelat Besi di JPO Jakarta Barat Memicu Sorotan Publik

Author

Kasus Pencurian Pelat Besi di JPO Jakarta Barat Memicu Sorotan Publik

Terjadi lagi aksi pencurian pelat besi pada jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta, tepatnya di JPO Sahabat, Jalan Daan Mogot, pada hari Sabtu, 24 Januari.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meminta pemerintah provinsi untuk meningkatkan pengawasan di fasilitas publik guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Frekuensi Pencurian Pelat Besi di Jakarta

Kasus pencurian pelat besi di JPO bukanlah fenomena baru. Sejumlah insiden serupa telah terjadi di berbagai lokasi, yang menunjukkan adanya kelemahan dalam pengamanan aset publik.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap hilangnya pelat besi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

"JPO itu fasilitas keselamatan. Kalau lantainya bolong, risikonya fatal. Ini menyangkut nyawa orang," ujarnya menegaskan pentingnya tindakan cepat.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Perlunya Sistem CCTV yang Efisien dan Terintegrasi

Dalam menanggulangi masalah pencurian, Khoirudin menekankan pentingnya pemasangan CCTV di area JPO yang berisiko tinggi. Ia menyatakan bahwa "CCTV itu perlu dan relevan, tapi jangan sekadar dipasang."

Pemasangan CCTV harus dilengkapi dengan pemantauan yang efektif dan terawat agar dapat digunakan secara optimal.

"CCTV harus terintegrasi dengan respons cepat dari petugas, baik kepolisian, Satpol PP, maupun dinas terkait. Kalau hanya merekam tanpa tindak lanjut, itu percuma," jelasnya.

Penggunaan Material Alternatif untuk Mencegah Pencurian

Khoirudin juga menyerukan untuk mempertimbangkan penggunaan material yang lebih sulit dicuri pada JPO. Ia memperingatkan bahwa desain dan material yang digunakan perlu dievaluasi agar fasilitas publik tidak menjadi target pencurian.

"Kalau memang memungkinkan, desain dan material JPO juga perlu dievaluasi. Jangan sampai fasilitas publik terus jadi sasaran karena nilai besinya tinggi," tambahnya.

Kekhawatiran masyarakat terus meningkat setelah hilangnya pelat besi berukuran 1x2 meter dan komponen lain yang membuat lantai JPO bolong, yang mendorong mereka untuk lebih berhati-hati saat melintas.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU