Insiden penembakan agen imigrasi federal di Minneapolis telah menarik perhatian nasional setelah tewasnya seorang perawat ICU, Alex Pretti, pada 24 Januari 2026. Insiden ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya seorang warga sipil, Renee Good, juga tewas dalam penembakan serupa, memicu kemarahan dan protes di kalangan masyarakat.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Pernyataan pemerintah AS melalui Gedung Putih menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump tidak ingin melihat siapapun terluka atau terbunuh. Ini disampaikan menyusul kecaman luas atas tindakan petugas imigrasi dalam kedua insiden tragis tersebut.
Deskripsi Insiden di Minneapolis
Alex Pretti, yang berusia 37 tahun dan bekerja sebagai perawat ICU, menjadi korban dalam insiden penembakan oleh agen imigrasi federal. Rekaman video menunjukkan bahwa ia tidak membawa senjata, melainkan ponsel saat terlibat pergelutan.
Kematian Pretti menimbulkan reaksi emosional di kalangan masyarakat, terutama setelah insiden serupa menewaskan Renee Good, yang menunjukkan adanya pola kekerasan dalam penegakan hukum terhadap imigran.
Insiden ini telah memicu demonstrasi besar-besaran dan tuntutan untuk mengubah kebijakan imigrasi yang ada, di mana masyarakat tidak lagi merasa aman di jalanan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Pernyataan Resmi dari Gedung Putih
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan empati atas insiden tersebut dengan menyatakan, "Tidak ada seorang pun di Gedung Putih, termasuk Presiden Trump, ingin melihat orang-orang terluka atau terbunuh di jalanan Amerika."
Leavitt juga menekankan duka mendalam yang dirasakan oleh pemerintah atas kematian Pretti, terutama bagi keluarganya. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap serius dalam komitmennya mendeportasi imigran ilegal yang terlibat dalam kekerasan.
Pernyataan resmi ini menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh pemerintah saat ini tidak akan mengalami perubahan meski ada banyak penolakan dari masyarakat.
Tanggapan Masyarakat dan Politisi
Meskipun pernyataan Gedung Putih mengungkapkan empati, kritik terus meluas baik dari masyarakat maupun anggota Partai Demokrat. Mereka menilai tindakan pemerintah tidak mencerminkan perhatian terhadap keselamatan warga sipil.
Leavitt menjelaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Minneapolis adalah hasil dari perlawanan para pemimpin Partai Demokrat terhadap penegakan hukum. Ia menyatakan bahwa mereka telah menyebarkan informasi yang dianggap tidak akurat mengenai risiko yang dihadapi oleh petugas penegak hukum setiap hari.
Tanggapan ini memperburuk situasi di Minnesota dengan meningkatnya protes publik yang menuntut kejelasan dan keadilan terkait insiden penembakan ini.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: